Vitamin untuk Daya Tahan Tubuh yang Dibutuhkan di Masa Pandemi

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi jeruk dan jus jeruk. Shutterstock

    Ilustrasi jeruk dan jus jeruk. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Memiliki sistem kekebalan tubuh yang kuat sangat penting di masa pandemi Covid-19. Dengan memiliki sistem kekebalan tubuh sehat dan berfungsi dengan baik, Anda bisa terhindar dari virus, salah satunya dengan vitamin.

    Daripada minum suplemen, Anda dapat memilih makanan yang dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Sayangnya, masih banyak orang yang tidak cukup mengonsumsi buah-buahan segar, sayuran, dan makanan lain yang diperlukan untuk menjaga tubuh tetap sehat.

    Makanan sehat menyediakan banyak zat, termasuk vitamin dan mineral, untuk membuat tetap kuat dan sehat. Anda tidak bisa hanya makan jeruk, jeruk bali, atau meminum pil vitamin dan mengharapkan asupan cepat vitamin C untuk mencegah pilek dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

    “Sistem kekebalan tubuh yang benar-benar sehat bergantung pada diet sehat yang seimbang dari waktu ke waktu,” kata ahli diet terdaftar Maxine Smith. “Ini seperti latihan untuk pertempuran dan mempersiapkan tubuh terlebih dulu sehingga dapat melalui pukulan yang baik ketika diserang oleh virus, bakteri, dan racun. Praktik gaya hidup lain seperti olahraga teratur dan tidur nyenyak akan lebih mempersiapkan diri untuk pertempuran.”

    ADVERTISEMENT

    Dengan beberapa pengecualian, yang terbaik adalah mendapatkan vitamin dan mineral dari makanan daripada dalam bentuk pil. Smith membagikan beberapa vitamin dan mineral terbaik yang dibutuhkan untuk daya tahan tubuh, seperti dilansir dari laman Clevelandclinic.org.

    Vitamin C
    Vitamin C dapat membantu mencegah infeksi atau mempersingkat masa tinggal virus. Jeruk menonjol, tetapi ada sumber bagus lain. Smith merekomendasikan bayam, kubis, paprika, kubis Brussel, stroberi, dan pepaya. Fakta, vitamin C ada dalam begitu banyak makanan sehingga kebanyakan orang mungkin tidak perlu mengonsumsi suplemen kecuali jika disarankan oleh dokter. Konsultasikan dengan dokter sebelum mengonsumsi suplemen vitamin C apapun.

    Vitamin E
    Seperti vitamin C, vitamin E bisa menjadi antioksidan kuat yang membantu tubuh melawan infeksi. Vitamin penting ini, bagian dari hampir 200 reaksi biokimia dalam tubuh, sangat penting bagi fungsi sistem kekebalan tubuh. Untuk mendapatkan vitamin E, pilih makanan nabati tinggi lemak seperti kacang almond, kacang tanah atau selai kacang, biji bunga matahari, minyak bunga matahari, safflower, dan minyak kedelai, serta kacang hazel.

    Vitamin A
    Vitamin A adalah penangkal infeksi dan hadir dalam dua bentuk, yakni dibentuk sebelumnya macam dalam makanan hewani seperti ikan, daging, dan susu atau dari karotenoid tumbuhan. Tuna adalah sumber vitamin A yang sangat baik. Dalam hal karotenoid, pilihlah yang berwarna-warni seperti wortel, ubi jalar, labu, blewah, dan sayuran berdaun hijau tua.

    Vitamin D
    Dikenal sebagai vitamin sinar matahari, ini adalah salah satu nutrisi paling penting dan kuat untuk mendukung sistem kekebalan tubuh. Sumber makanan terbatas tetapi meliputi ikan salmon, ikan kembung, tuna dan sarden, serta vitamin D yang diperkaya seperti susu, jus jeruk, dan sereal. Secara umum, yang terbaik adalah mendapatkan sebagian besar vitamin dari makanan, tetapi vitamin D mungkin merupakan pengecualian untuk aturan itu. Bicarakan dengan dokter untuk mengetahui apakah Anda memerlukan suplemen.

    Folat atau asam folat
    Folat adalah bentuk alami dan asam folat adalah bentuk sintetis, sering ditambahkan ke makanan karena manfaat kesehatannya. Untuk mendapatkan lebih banyak folat, makan lebih banyak kacang dan lentil secara teratur, serta sayuran berdaun hijau. Alpukat adalah sumber lezat lain. Anda juga bisa mendapatkan asam folat dalam makanan yang diperkaya, periksa labelnya terlebih dahulu.

    Zat besi
    Zat besi, yang membantu tubuh membawa oksigen ke sel, berperan dalam banyak proses sistem kekebalan tubuh, datang dalam berbagai bentuk. Tubuh dapat lebih mudah menyerap zat besi heme alias zat besi dari produk hewani yang berlimpah di daging merah (batasi jumlah yang lebih kecil dan lebih jarang), ayam, sarden kalengan, tiram, kerang, dan tuna kalengan. Jika vegetarian, jangan takut. Anda masih dapat menemukan zat besi di kacang polong, brokoli, kubis, dan sereal yang diperkaya zat besi.

    Selenium
    Selenium memiliki efek kuat pada sistem kekebalan yang penting untuk mencegah infeksi. Makanan hewani adalah sumber terbaik, kecuali kacang Brasil, yang menawarkan nilai harian lebih dari 100 persen dalam satu kacang. Namun, terlalu banyak bisa menjadi masalah. Cari selenium di makanan laut macam tuna, halibut, sarden, daging dan hati, unggas, dan keju.

    Seng
    Seng dibutuhkan untuk produksi sel sistem kekebalan baru. Zat ini ditemukan terutama dalam makanan hewani, juga dapat ditemukan di beberapa makanan vegetarian seperti tiram, kepiting, daging dan unggas tanpa lemak, kacang panggang, yogurt, dan buncis.

    Baca juga: Yang Perlu Diperhatikan Bila Ingin Suntik Vitamin


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pujian dan Kado Menghujani Greysia / Apriyani, dari Sapi hingga Langganan Berita

    Indonesia hujani Greysia / Apriyani dengan sanjungan dan hadiah. Mulai dari sapi, emas sungguhan, sampai langganan produk digital. Dari siapa saja?