Mengapa Seseorang Bisa Tidur Mendengkur? Ini Penjelasannya

Reporter:
Editor:

Nurhadi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mendengkur

    Mendengkur

    TEMPO.CO, Jakarta - Selama tidur, terkadang mendengkur sudah menjadi hal biasa. Mendengkur terjadi ketika udara tak dapat mengalir bebas melalui saluran napas saat tidur. Ketika saluran udara menyempit atau tersumbat sebagian, pernapasan mengakibatkan jaringan saluran napas bagian atas bergetar. Sehingga, menimbulkan suara mendengkur.

    Terkadang, mendengkur juga dapat menunjukkan kondisi kesehatan yang serius. Selain itu, mendengkur bisa menjadi gangguan bagi orang sekitar.

    Ketika tertidur dan berkembang dari tidur ringan ke tidur nyenyak, otot-otot di langit-langit mulut, lidah dan tenggorokan akan rileks. Jaringan di tenggorokan bisa cukup rileks, sehingga sebagiannya menghalangi jalan napas dan bergetar. Semakin menyempit saluran udara, semakin kuat pula aliran udaranya. Hal ini akan meningkatkan getaran jaringan, sehingga suara dengkuran semakin keras.

    Berikut beberapa kondisi yang dapat menyebabkan seseorang tidur mendengkur:

    1. Anatomi mulut

    Memiliki langit-langit yang rendah dan tebal dapat mempersempit jalan napas Anda. Orang yang kelebihan berat badan mungkin memiliki jaringan ekstra di belakang tenggorokannya, sehingga dapat mempersempit saluran udara. Kemudian, apabila uvula memanjang, maka aliran udara dapat terhambat dan getaran meningkat.

    1. Konsumsi alkohol

    Mendengkur juga bisa disebabkan oleh terlalu banyak mengonsumsi alkohol sebelum tidur, sebagaimana dilansir dari laman Mayo Clinic. Alkohol akan melemaskan otot-otot tenggorokan dan menurunkan pertahanan alami tubuh terhadap obstruksi jalan napas.

    1. Masalah hidung

    Mendengkur juga dapat disebabkan oleh adanya gangguan pada hidung. Hidung yang tersumbat kronis atau adanya sekat di antara lubang hidung dapat menyebabkan dengkuran saat tidur.

    1. Kurang tidur

    Faktor penyebab dengkuran berikutnya ialah kurnag porsi tidur. Tidak cukup tidur dapat menyebabkan relaksasi tenggorokan. Akibatnya, dengkuran dapat terjadi.

    1. Posisi tidur

    Mendengkur biasanya paling sering dan paling keras ketika tidur dengan posisi telentang. Hal ini karena efek gravitasi pada tenggorokan yang mempersempit jalan napas.

    ANNISA FEBIOLA

    Baca juga: Jangan Abaikan Tidur Mendengkur, Simak Saran Dokter


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pelonggaran Kembali PPKM: Aturan Baru WFO, Bioskop, dan Anak-anak

    Pemerintah kembali melonggarkan sejumlah aturan PPKM yang berlaku hingga 4 Oktober 2021. Pelonggaran termasuk WFO, bioskop, dan anak-anak di mall.