Cara Alami Redakan Kelelahan, Tak Harus dengan Suplemen

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi wanita lelah bekerja. Freepik.com

    Ilustrasi wanita lelah bekerja. Freepik.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Kelelahan biasa dialami banyak orang, entah karena kehidupan rumah atau hari kerja yang sibuk. Tetapi, penting untuk memprioritaskan kesehatan dan mencari tahu apa penyebab kelelahan.

    Jika kelelahan menjadi masalah yang terus-menerus, ide yang baik untuk mencari nasihat medis. Kelelahan adalah keluhan kesehatan yang umum, tetapi ada banyak kemungkinan alasan mengapa orang mungkin lelah. Dalam beberapa kasus, jawabannya mungkin sesederhana tidak cukup tidur atau bekerja terlalu banyak. Tetapi, ada juga banyak alasan mental, fisik, dan emosional mengapa orang mungkin mengalami kelelahan.

    Menurut situs web NHS, beberapa kondisi kesehatan dapat menyebabkan kelelahan seperti anemia, defisiensi zat besi, tiroid yang kurang aktif (hipertiroidisme), atau sleep apnea. Kehamilan, kelebihan berat badan atau obesitas, kekurangan berat badan, perawatan kanker, keracunan karbon monoksida, efek samping obat-obatan atau pengobatan herbal juga dapat menyebabkan kelelahan.

    Masalah psikologis seperti stres, kecemasan, dan depresi juga dapat menyebabkan perasaan lelah. Faktor gaya hidup seperti terlalu banyak atau terlalu sedikit olahraga, kafein, kerja malam, atau tidur siang juga dapat menjadi faktor penyebab kelelahan. NHS menyarankan jika terus-menerus lelah, telah menjadi masalah selama lebih dari empat minggu, ada baiknya untuk menemui dokter sehingga mereka dapat mengonfirmasi atau mengesampingkan kondisi medis yang dapat menyebabkan kelelahan.

    Vitamin apa yang bisa membantu mengatasi kelelahan? Pola makan sehat dan seimbang dapat membantu orang menjaga tingkat energi. Bagian ini berarti memasukkan setidaknya lima porsi buah dan sayuran ke dalam makanan sehari-hari. Pastikan juga untuk minum banyak cairan.

    Zat besi pada dasarnya penting dalam membuat sel darah merah, yang membawa oksigen ke seluruh tubuh. Sementara kebanyakan orang akan mendapatkan semua zat besi yang dibutuhkan dari diet seimbang, beberapa mungkin direkomendasikan suplemen oleh profesional medis.

    Situs web NHS menyatakan, "Kebanyakan orang harus bisa mendapatkan semua zat besi yang dibutuhkan dengan makanan yang bervariasi dan seimbang. Jika mengonsumsi suplemen zat besi, jangan terlalu banyak karena bisa berbahaya. Mengonsumsi suplemen zat besi 17 mg atau kurang sehari tidak berbahaya."

    Beberapa mungkin juga memilih untuk mengonsumsi vitamin B, seperti vitamin B12, atau suplemen magnesium untuk membantu meningkatkan energi. Makanan kaya magnesium yang dapat membantu meningkatkan energi termasuk biji-bijian, kacang-kacangan, sayuran berdaun hijau, biji-bijian, dan tahu.

    Baca juga: Stres karena Pekerjaan, Begini Cara Mengatasinya


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.