Penuhi Kebutuhan Vitamin D dengan Cara Berikut

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pria sedang berjemur (pixabay.com)

    Ilustrasi pria sedang berjemur (pixabay.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Vitamin D sangat dibutuhkan di masa pandemi Covid-19 ini. Banyak yang mencari cara untuk memperoleh lebih banyak vitamin D karena kebanyakan orang tidak memperolehnya dengan cukup.

    Untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh, perlu untuk menjaga kesehatan dalam berbagai aspek, baik kesehatan di dalam atau di luar tubuh. Hal ini perlu agar semua sistem berjalan dengan baik dan efektif.

    Dilansir dari wellandgood, berikut yang dapat dilakukan untuk menambah asupan vitamin D. Pastikan memperolehnya baik di pagi, siang, atau sore hari.

    Berjemur
    Sinar matahari dapat membantu meningkatkan vitamin D dalam tubuh. Anda dapat berjemur di bawah sinar matahari selama 20 menit dengan lebih dari 40 persen kulit yang terpapar.

    Susu yang tepat
    Ketika membeli susu, Anda dapat melihat tabel kandungan di dalamnya. Pastikan susu diperkaya dengan vitamin D.

    Makan berlemak
    Vitamin D merupakan vitamin larut lemak yang disimpan di dalam jaringan lemak di tubuh. Vitamin D terdapat pada lemak di ikan, susu, dan telur. Salah satu contoh ikan yang berlemak adalah salmon, trout, dan tuna.

    Makan jamur lebih banyak
    Ketika memasak untuk hidangan, tambahkan jamur untuk mendapatkan vitamin D yang ramah vegan dan nabati. Jika tidak terlalu menyukai jamur, cobalah untuk memotongnya hingga memiliki ukuran yang sangat kecil.

    Minum suplemen
    Anda dapat meminum suplemen yang tentunya harus bebas aditif, akan lebih baik lagi jika suplemen memiliki sedikit bahan tambahan ataupun bersertifikat. Selain itu, akan lebih baik jika mengonsumsi juga suplemen vitamin D bersamaan dengan kalsium karena kedua unsur tersebut bekerja saling berhubungan.

    Baca juga: Bahaya Kekurangan Vitamin D bagi Tubuh


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.