Ini Pertolongan Pertama yang Harus Dilakukan kepada Korban Tenggelam

Reporter:
Editor:

Nurhadi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Relawan SAR Gabungan melakukan simulasi evakuasi korban tenggelam saat Pelatihan Tanggap Bencana Perairan di Waduk Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat, 11 April 2021. Frekusensi bencana yang relatif sering terutama bencana banjir di wilayah Indonesia, membuat para relawan merasa perlu meningkatkan kemampuan diri. Pelatihan dan pembekalan dalam tanggap bencana dan evakuasi korban menjadi langkah guna bersikap taktis dan efektif serta mengurangi potensi kesalahan-kesalahan yang merugikan. ANTARA FOTO/NOVRIAN ARBI

    Relawan SAR Gabungan melakukan simulasi evakuasi korban tenggelam saat Pelatihan Tanggap Bencana Perairan di Waduk Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat, 11 April 2021. Frekusensi bencana yang relatif sering terutama bencana banjir di wilayah Indonesia, membuat para relawan merasa perlu meningkatkan kemampuan diri. Pelatihan dan pembekalan dalam tanggap bencana dan evakuasi korban menjadi langkah guna bersikap taktis dan efektif serta mengurangi potensi kesalahan-kesalahan yang merugikan. ANTARA FOTO/NOVRIAN ARBI

    TEMPO.CO, Jakarta – Kapal Motor Penyeberangan atau KMP Yunicee yang tenggelam pada Selasa, 29 Juni 2021 menelan korban. Sebagaimana dilaporkan oleh Tempo, sementara ini, korban yang berhasil ditemukan adalah 39 orang, terdiri dari 33 korban selamat dan 6 meninggal. Sementara itu, 14 orang sisanya dilaporkan menghilang.

    Jatuhnya korban dalam tragedi kapal tenggelam tentu bukanlah hal yang diharapkan. Meskipun demikian, sebagaimana dilansir dari Jet Dock, banyak kemungkinan buruk yang bisa terjadi di atas permukaan air. Tenggelamnya kapal atau seseorang yang sedang berada di atas permukaan air merupakan salah satu kemungkinan terburuk yang bisa terjadi.

    Ketika seseorang tenggelam, sebagaimana dilansir dari berbagai sumber, tubuhnya akan sulit bereaksi. Hal ini disebabkan terisinya paru-paru oleh air sehingga tubuh kekurangan oksigen untuk bergerak. Kondisi ini lama-kelamaan akan membuat beberapa sel mati karena kekurangan oksigen, yang kemudian mampu menyebabkan kematian. 

    Meskipun demikian, tak jarang orang berhasil diselamatkan ketika tenggelam. Setelah berhasil ditarik keluar dari air, mereka perlu mendapatkan pertolongan pertama. Dilansir dari berbagai sumber, berikut adalah beberapa pertolongan pertama yang bisa dilakukan untuk menyelamatkan orang tenggelam:

    1. Posisikan tubuh korban terlentang di atas permukaan yang datar

    2. Pastikan korban tidak dikerumuni banyak orang supaya tenaga profesional yang ada bisa langsung menangani korban

    3. Coba panggil nama korban hingga korban merespons, apabila tidak lanjut ke langkah selanjutnya

    4. Cek napas korban, apabila nafas korban tidak terasa, lanjut ke langkah selanjutnya

    5. Cek denyut nadi korban, apabila denyut nadi korban tidak terasa, lanjut ke langkah selanjutnya

    6. Lakukan cardiopulmonary resuscitation (CPR) kepada korban

    CPR adalah tindakan medis guna menyelamatkan nyawa korban, yang dilakukan dengan cara mengembalikan napas korban. Prosedur CPR untuk korban tenggelam, sebagaimana dilansir dari WebMD, bisa dilakukan dengan cara menekan dada korban sebanyak 100 hingga 120 kali per menit hingga napas korban kembali.

    7. Apabila napas korban telah kembali, hangatkan badan korban dengan mengganti pakaian basah mereka dan memberikan pakaian hangat hingga ambulans datang

    Demikian prosedur yang bisa dilakukan apabila seseorang tenggelam. Tenggelamnya KMP Yunicee di Selat Bali mengingatkan kembali mengenai betapa bahayanya perairan. Oleh karena itu, langkah-langkah penyelamatan guna merespons bahaya yang ditimbulkan perairan, seperti tenggelam, menjadi penting untuk diketahui.

    BANGKIT ADHI WIGUNA 

    Baca juga: Puluhan Penumpang KMP Yunicee yang Berhasil Selamat, Telah Dievakuasi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.