Mengapa Penderita Autoimun Belum Disarankan Vaksinasi Covid-19?

Reporter:
Editor:

S. Dian Andryanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas medis mengukur suhu tubuh lansia saat akan menjalani vaksinasi Covid-19 tahap 2 di Sekolah Dasar 03, Jakarta, Selasa, 13 April 2021. Fatwa menjelaskan bahwa vaksinasi Covid-19 yang dilakukan dengan injeksi intramuscular tidak membatalkan puasa. TEMPO/Fajar Januarta

    Petugas medis mengukur suhu tubuh lansia saat akan menjalani vaksinasi Covid-19 tahap 2 di Sekolah Dasar 03, Jakarta, Selasa, 13 April 2021. Fatwa menjelaskan bahwa vaksinasi Covid-19 yang dilakukan dengan injeksi intramuscular tidak membatalkan puasa. TEMPO/Fajar Januarta

    TEMPO.CO, Jakarta - Penyakit autoimun ialah kondisi ketika sistem kekebalan tubuh menyerang tubuhnya sendiri. Pada penderita autoimun, sistem kekebalan tubuh melihat sel tubuh yang sehat sebagai organisme asing, sehingga antibodi yang dilepaskan tubuh menyerang sel-sel sehat tersebut. Akibatnya, penderita autoimun masih belum disarankan mendapat vaksinasi Covid-19, mengapa demikian?

    Menurut Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI), penderita autoimun yang belum bisa menerima vaksinasi Covid-19 termasuk lupus, rheumatoid arthritis, sindrom sjogren, multiple sclerosis, colitis ulseratif, penyakit crohn, penyakit celiac, anemia hemolitik, hipertiroid atau hipotiroid karena autoimun.

    Hal ini disebabkan belum adanya data yang cukup terkait efektivitas dan keamanan vaksin Covid-19 pada penderita kelainan sistem imun. Tubuh penderita autoimun, terutama yang menjalani pengobatan dengan imunosupresan, dikhawatirkan tidak mampu merespons vaksin Covid-19 atau malah justru mengalami respons imun yang tidak diinginkan.

    Sementara itu, secara umum penderita autoimun memang tidak boleh menerima sembarangan vaksin. Dikhawatirkan kekebalan tubuh pasien autoimun justru menyebabkannya rentan terinfeksi penyakit yang hendak dicegah, termasuk Covid-19.

    Dua kekhawatiran yang mungkin bisa terjadi jika pasien autoimun divaksinasi termasuk: vaksin mungkin akan mengaktifkan sistem kekebalan tubuh penderita secara tidak aman atau tidak tepat, dan atau obat imunosupresan yang dikonsumsi penderita autoimun bisa saja menganggu keefektifan vaksin.

    Vinicius Domingues, MD, ahli Reumatologi di Florida, Amerika Serikat mengatakan, jika pasien autoimun divaksin, tingkat kemanjurannya bisa lebih rendah dibandingkan orang yang sehat, hal ini akibat respon kekebalan tubuh penderita autoimun yang rendah.

    Sementara itu, Centers for Disease Control and Prevention (CDC), AS, mengakatan, sebenarnya vaksin mRNA Covid-19 bisa diberikan kepada penderita autoimun, namun peru dipastikan dulu si penerima memiliki reaksi alergi atau tidak terhadap salah satu bahan yang ada di vaksin.

    Selain itu, pasien autoimun harus menyadari bahwa belum ada penelitian yang menyatakan keamanan vaksin Covid-19 untuk kondisi autoimun. Sehingga untuk sementara, orang dengan autoimun memang tidak disarankan mendapat vaksinasi.

    DELFI ANA HARAHAP

    Baca: Yang Perlu Dilakukan Pasien Autoimun Bila Terinfeksi Covid-19


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.