Mana yang Cocok untuk Kompres Saat Demam, Air Hangat atau Air Dingin?

Reporter:
Editor:

S. Dian Andryanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jangan Mengompres Sembarangan

    Jangan Mengompres Sembarangan

    TEMPO.CO, Jakarta - Demam adalah kondisi reaksi alamiah tubuh saat berusaha melawan virus maupun infeksi. Secara medis, demam tidak dianggap penyakit, namun gejala atas reaksi tubuh melawan infeksi.

    Tindakan pertama yang dilakukan saat anggota keluarga demam biasanya dengan melakukan kompres. Namun sering muncul pertanyaan, sebaiknya saat melakukan kompres dengan air hangat atau air dingin es? Banyak yang mengira untuk meredam panas tubuh, diberikan kompres air es, padahal penanganan tersebut jelas keliru. Yang tepat adalah memakai air hangat.

    Meletakkan kompres air hangat pada bagian tertentu, seperti dahi, di atas dada, lipatan ketiak dapat membantu menurunkan suhu tubuh. Dengan adanya respon panas dari luar, hipotalamus di otak akan menganggap lingkungan sekitar terasa juga panas. Sehingga secara perlahan, hipotalamus akan merespon dengan menurunkan suhu tubuh.

    Hipotalamus adalah bagian dari otak yang berfungsi mengontrol suhu tubuh.  Ketika ada infeksi virus atau bakteri, maka sistem kekebalan tubuh akan merespon dengan menaikkan suhu tubuh. Tujuannya baik, agar virus atau bakteri tidak bisa bertahan dalam tubuh.

    Kondisi menggigil saat demam tinggi adalah proses berperangnya tubuh melawan virus dan infeksi. Sebenarnya demam adalah hal yang baik untuk tubuh, namun perlu diwaspadai jika suhunya terlalu tinggi atau diikuti dengan keluhan sakit lainnya.

    RAUDATUL ADAWIYAH NASUTION

    Baca: Kondisi ini Menjadi Penyebab Demam, bagaimana Menghindarinya?


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pelonggaran Kembali PPKM: Aturan Baru WFO, Bioskop, dan Anak-anak

    Pemerintah kembali melonggarkan sejumlah aturan PPKM yang berlaku hingga 4 Oktober 2021. Pelonggaran termasuk WFO, bioskop, dan anak-anak di mall.