Mengenal 7 Jenis dan Gejala Autoimun yang Paling Umum

Reporter:
Editor:

S. Dian Andryanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi autoimun. Shutterstock

    Ilustrasi autoimun. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta- Penyakit autoimun ialah kondisi ketika sistem kekebalan tubuh menyerang tubuhnya sendiri. Pada penderita autoimun, sistem kekebalan tubuh melihat sel tubuh yang sehat sebagai organisme asing, sehingga antibodi yang dilepaskan tubuh menyerang sel-sel sehat tersebut. Memiliki banyak jenis, berikut Tempo hadirkan tujuh jenis autoimun yang umum ditemui.

    Merangkum Medical News Today dan Healthline, berikut tujuh jenis penyakit autoimun yang umum ditemui:

    1. Psoriasis

    Psoriasis ialah kondisi yang menyebabkan sistem kekebalan tubuh menganggu pembentukan sel-sel kulit yang sehat. Keadaan ini menyebabkan penderitanya mengalami kulit kering, bersisik, gatal, yang disertai nyeri sendi. Pemicu umum psoriasis termasuk stres, infeksi, dan faktor lingkungan.

    1. Lupus Eritematosis Sistemik

    Lupus Eritematosis Sistemik mengacu pada berbagai kondisi yang ditandai dengan peradangan pada kulit, sendi dan organ dalam (bila parah). Gejala autoimun jenis ini meliputi nyeri otot dan sendi, ruam berbentuk kupu-kupu di wajah, sensitivitas matahari, kelelahan dan demam.

    1. Diabetes Tipe I

    Diabetes Tipe I menyebabkan sistem kekebalan tubuh menghancurkan sel-sel di pankreas yang membuat insulin (sel beta). Hal ini mengakibatkan pankreas jadi kurang mampu memproduksi insulin, yang mengakibatkan defisiensi insulin. Gejalanya meliputi sering buang air kecil, rasa haus yang meningkat, kehilangan energi, penglihatan kabur, kelaparan, mual.

    1. Hashimoto’s Thyroiditis

    Hashimoto’s Thyroiditis adalah kondisi di mana sistem kekebalan menyerang sel-sel penghasil hormon tiroid. Hal ini menyebabkan tiroid kurang aktif atau dikenal hipotiroidisme. Gejalanya termasuk gondok atau bengkak di bagian depan leher, penambahan berat badan, kelelahan, depresi, nyeri sendi dan otot, peningkatan kepekaan terhadap dingin, detak jantung melambat, menstruasi berat atau tidak teratur.

    1. Graves Disease

    Ialah kondisi autoimun yang menyebabkan kelenjar tiroid memproduksi terlalu banyak hormon tiroid, akibatnya terjadi hipertiroidisme. Gejalanya meliputi kegugupan atau kecemasan, kelelahan, detak jantung cepat dan tak teratur, tangan gemetar, tekanan darah tinggi, berkeringat dan kesulitan menoleransi panas, penurunan berat badan, menstruasi ringan dan tidak teratur, gondok.

    1. IBD

    Autoimun jenis ini menyababkan peradangan di perut dan usus, jenisnya ada dua: crohn yang melibatkan peradangan kronis di mana saja, mulai mulut hingga usus besar. Jenis kedua yakni kolitis ulserative yang melibatkan peradangan jangka panjang pada usus besar. Gejala IBD termasuk sakit perut, kembung, diare persisten, darah dalam tinja, penurunan berat badan, kelelahan.

    1. Celiac Disease

    Penyakit autoimun lainnya adalah Celiac, gangguan kekebalan tubuh yang menyebabkan lapisan usus kecil meradang setelah mengkonsumsi makanan yang mengandung gluten. Kondisi ini dapat menyebabkan sakit perut, ketidakmampuan menyerap nutrisi penting, dan beberapa gejala lain, seperti nyeri sendi dan ruam yang khas. Gejalanya termasuk peradangan dan nyeri di perut, sensasi terbakar di mata, kelelahan, penurunan berat badan, ruam, nyeri sendi, mutah atau diare.

    DELFI ANA HARAHAP

    Baca: Mengapa Penderita Autoimun Belum Disarankan Vaksinasi Covid-19


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.