Macam Obat dan Vitamin yang Dibutuhkan kala Isolasi Mandiri

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi obat. TEMPO/Subekti

    Ilustrasi obat. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Setelah dinyatakan positif Covid-19 dan telah disarankan oleh dokter untuk isolasi mandiri di rumah, obat apa yang harus diminum? Ada begitu banyak informasi yang beredar di media sosial sehingga orang sering bingung saran mana yang bisa diandalkan.

    Sampai hari ini belum ada obat definitif untuk mencegah atau mengobati Covid-19. Daftar obat-obatan dan vitamin berikut merupakan obat-obatan pereda gejala, yang bisa digunakan saat melakukan isolasi mandiri di rumah. Tapi, pastikan untuk mengecek izin edar BPOM dan selalu berkonsultasi ke dokter atau fasilitas kesehatan terkait dosis, lama pemberian, hingga risiko efek samping.

    Parasetamol
    Dr. CS Pramesh, direktur Rumah Sakit Tata Memorial, mengatakan jika saturasi oksigen baik-baik saja dan Anda tidak memiliki gejala selain demam, yang dibutuhkan hanyalah parasetamol.

    Inhaler Budesonide
    Meski ada beberapa data yang mengatakan menghirup Budesonide membantu pulih lebih cepat, bukan berarti ini adalah titik akhir yang sulit seperti penurunan angka kematian, jelas Pramesh.

    Selain obat-obatan di atas, berdasarkan protokol tata laksana Covid-19 yang dikeluarkan oleh Kemenkes juga menyarankan:

    Vitamin C
    Sediakan vitamin C dengan pilihan:
    -Tablet vitamin C non asam 500 mg/6-8 jam oral (untuk 14 hari)
    - Tablet isap vitamin C 500 mg/12 jam oral (selama 30 hari)
    - Multivitamin yang mengandung vitamin C 1-2 tablet /24 jam (selama 30 hari),
    - Dianjurkan multivitamin yang mengandung vitamin C, B, E, dan seng

    Vitamin D
    - Suplemen: 400 IU-1.000 IU/hari (tersedia dalam bentuk tablet, kapsul, tablet larut, tablet kunyah, tablet isap, kapsul lunak, serbuk, sirup
    - Obat: 1.000-5.000 IU/hari (tersedia dalam bentuk tablet 1.000 IU dan tablet kunyah 5.000 IU)

    Obat-obatan suportif, baik tradisional (fitofarmaka) maupun obat modern asli Indonesia (OMAI) yang teregistrasi di BPOM, dapat dipertimbangkan untuk diberikan namun dengan tetap memperhatikan perkembangan kondisi klinis pasien.

    Obat-obatan yang memiliki sifat antioksidan dapat diberikan.

    Antibiotik

    Obat antivirus

    Obat batuk

    Obat untuk penderita komorbid dan komplikasi yang ada

    Baca juga: Panduan Isolasi Mandiri buat Anak


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.