Bagaimana Pengobatan Saraf Terjepit Nonbedah?

Reporter:
Editor:

S. Dian Andryanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi sakit pinggang. Shutterstock

    Ilustrasi sakit pinggang. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Saraf terjepit ialah gangguan yang terjadi ketika saraf terlalu banyak menerima tekanan dari tulang, tulang rawan, otot, maupun tendon. Akibatnya, terjadilah gangguan fungsi saraf yang menimbulkan rasa sakit, kesemutan, mati rasa, atau kelemahan di bagian punggung, leher, tangan, siku, maupun pergelangan tangan. Lantas bagaimana mengobatinya?

    Menurut laman Cleveland Clinic, pengobatan saraf terjepit bisa dilakukan menggunakan metode non-bedah dan bedah, tergantung dari tingkat keparahannya. Pengobatan non-bedah bisa dengan melakukan cara:

    Meningkatkan waktu istirahat, dalam banyak kasus, istirahat cukup mampu menyembuhkan saraf terjepit secara alami dalam kurun waktu beberapa hari atau minggu.

    Mengompres dengan es maupun air hangat, Anda dapat mengompres area yang terasa sakit menggunakan air es maupun air hangat secara berulang untuk mengurangi rasa nyeri.

    Menggunakan obat pereda nyeri, Anda bisa menggunakan obat acetaminophen, antiinflamasi nonsteroid, ibuprofen maupun naproxen yang dijual bebas untuk mengurangi gejala nyeri atau sakit.

    Terapi fisik, perenggangan dan olahraga ringan dapat membantu mengurangi tekanan pada saraf dan membantu meredakan nyeri ringan. Anda bisa lakukan konsultasi dengan tarapis untuk menemukan metoda atau gerakan yang sesuai jenis saraf terjepit yang dialami.

    Sementara itu, pengobatan medis dengan jalan bedah atau operasi bisa dilakukan saat perawatan non-bedah tidak mengurangi tekanan pada saraf, metodenya berupa:

    Diskektomi dan fusi serviks anterior (ACDF), ahli bedah akan mengangkat cakram atau taji tulang yang telah menekan saraf dari tulang belakang, kemudian menstabilkan tulang belakang melalui fusi. Dalam fusi, vertebrata bergabung, akhirnya membentuk satu tulang padat.

    Penggantian cakram buatan (ADR), bagian diskus yang terluka dikeluarkan dari tulang belakang dan diganti dengan bagian buatan, seperti lutut atau panggul.

    Laminoforaminotomi serviks posterior, ahli bedah menipiskan lamina untuk akses yang lebih baik ke area yang rusak, dan menghilangkan taji tulang dan jaringan yang menekan saraf.

    Guna mencegah saraf terjepit, Anda bisa mengikuti saran pencegahan yang dipaparkan Mayoclinic, berupa melakukan posisi yang benar, baik saat menyilangkan kaki maupun berbaring, dan tidak berada di posisi yang sama dalam waktu lama. Rutin melakukan latihan kekuatan dan fleksibilitas tubuh, membatasi aktivitas berulang, mendapatkan waktu istirahat yang cukup, dan mempertahankan berat badan ideal.

    DELFI ANA HARAHAP

    Baca: Risiko Saraf Terjepit Antara Lain Aktivitas Seks dan Obesitas


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.