Banyak Dicari untuk Obat Covid-19, Ini Bedanya Kelapa Hijau dan Kelapa Muda

Reporter:
Editor:

Ahmad Faiz Ibnu Sani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi kelapa muda (Pixabay.com)

    Ilustrasi kelapa muda (Pixabay.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Saat ini kelapa hijau menjadi salah satu buah yang banyak diburu oleh orang karena airnya dipercaya bisa membantu mengobati COVID-19. Akibatnya, kelapa hijau menjadi langka di pasaran dan berimbas pada harganya yang naik hingga tiga kali lipat.

    Tapi, tahukah Anda bahwa ada dua jenis kelapa yang biasa dikonsumsi, yaitu kelapa hijau dan kelapa muda. Meskipun, sama-sama buah kelapa, keduanya memiliki perbedaan.

    Jika memerhatikan dari bentuk fisiknya, kita akan kesulitan untuk membedakan keduanya. Namun, setelah keduanya dibelah, perbedaanya baru terlihat.

    Kelapa hijau jika dikupas, seratnya berwarna kemerahan, berbeda dengan kelapa muda yang seratnya berwarna kecoklatan.

    Selain itu, kandungan air pada kelapa hijau lebih banyak dibandingkan kandungan air pada kelapa muda.

    Rasa air pada kelapa hijau lebih manis dibandingkan rasa air pada kelapa muda.

    Daging buah pada kelapa hijau juga lebih kenyal dan lembut, dibandingkan dengan kelapa muda yang agak keras.

    Selain untuk kesehatan, kelapa hijau sering digunakan dalam upacara keagamaan, misalnya dijadikan sesajen.

    Secara harga, kelapa hijau memiliki harga yang lebih mahal daripada kelapa muda. Hal ini karena banyaknya manfaat yang ada pada kelapa hijau.

    Salah satu kandungan air kelapa hijau yang banyak dicari orang adalah antitodum atau antiracun dan tanin yang terkandung pada air kelapa hijau. Antitodum dan tanin tersebut diklaim mampu mengurai dan mengeluarkan racun dari dalam tubuh.

    EIBEN HEIZIER

     

    Baca juga:

    Begini Proses Pembuatan Virgin Coconut Oil Alias VCO yang Kaya Vitamin E


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.