WHO Rekomendasikan 2 Obat Baru Ini untuk Kurangi Risiko Kematian Covid-19

Reporter:
Editor:

Nurhadi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Logo Sanofi.  REUTERS/Charles Platiau

    Logo Sanofi. REUTERS/Charles Platiau

    TEMPO.CO, Jakarta - Untuk membantu pengobatan pasien yang terkena Covid-19, World Health Organization atau WHO mengeluarkan dua varian obat terbaru. Adapun obat tersebut yaitu obat radang sendi (artritis) Actemra produksi Roche dan obat kortikosteroid Kevzara produksi Sanofi.

    Pemberian obat ini tidak sembarang dilakukan sebab WHO telah melakukan uji klinis dengan memberinya kepada 11.000 pasien yang terinveksi dan menunjukkan hasil yang signifikan bahwa obat tersebut mampu mengurangi resiko kematian.

    Menurut WHO, merawat pasien Covid-19 yang parah dan kritis dengan antagonis interleukin-6 yang mampu menghalangi peradangan telah mengurangi risiko kematian dan kebutuhan akan ventilasi mekanis.

    Sedangkan melalui analisis yang dilakukan WHO, terdapat 25 persen risiko kematian selama 28 hari untuk pasien yang mendapatkan salah satu obat radang sendi yang mengandung kortikosteroid seperti deksametason. Sementara untuk orang yang melakukan perawatan standar akan mendapatkan 33 persen resiko kematian.

    WHO mengatakan, berarti untuk setiap 100 pasien seperti itu, tujuh pasien atau lebih akan bertahan hidup tanpa mesin ventilator. Hal inilah yang membuat penjualan Kevzara tahun lalu dilaporkan naik 30 persen setelah banyak orang merasakan manfaat dari obat ini.

    Kevzara merupakan obat yang berbentuk cairan untuk mengobati rheumatois arhtritis, pasien hanya perlu menyuntikkan obat ini dua minggu sekali. Walaupun dianjurkan oleh WHO, obat ini tetap memiliki efek samping seperti gangguan salura pencernaan, menurunkan reaksi imun, dan gatal serta ruam pada kulit yang disuntikkan.

    Berbeda dengan Kevzara, Actemra hanya tersedia di rumah sakit saja dan hanya bisa diresepkan oleh dokter untuk pasien dengan gejala berat dan kritis. Obat ini bekerja sebagai antibodi monoklonal yang berfungsi sebagai antagonis reseptor IL-6. Actemara juga merupakan obat yang cukup mahal, hal ini dikarenakan teknologi dan penyimpanan obat tersebut yang membutuhkan perhatian khusus.

    Obat ini menjadi yang kedua kalinya setelah WHO melakukan rekomendasi mengenai obat untuk Covid-19 pada September 2020 lalu.

    GERIN RIO PRANATA

    Baca juga: WHO Rekomendasikan Obat Roche dan Sanofi untuk Kurangi Kematian Akibat Covid-19


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pelonggaran Kembali PPKM: Aturan Baru WFO, Bioskop, dan Anak-anak

    Pemerintah kembali melonggarkan sejumlah aturan PPKM yang berlaku hingga 4 Oktober 2021. Pelonggaran termasuk WFO, bioskop, dan anak-anak di mall.