Kelamaan WFH Bisa Bikin Cedera? Kenali Prinsip Ergonomi Bekerja dari Rumah

Reporter:
Editor:

Iqbal Muhtarom

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi bekerja dari rumah (WFH). Shutterstock

    Ilustrasi bekerja dari rumah (WFH). Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Pandemi Covid-19 membawa dampak ke seluruh aspek kehidupan. Salah satu aspek yang terdampak adalah dunia pekerjaan. Work From Home atau WFH sudah menjadi budaya di dunia kerja sejak tahun lalu, sejak mewabahnya virus corona. Rumah Sakit Universitas Indonesia atau RSUI berikan edukasi masyarakat bertema WFH Aman tanpa Cedera. 

    RSUI menghadirkan Maula Qudratullah, ahli fisioterapis UI sebagai pembicara. Maula mendefinisikan WFH sebagai suatu istilah bagi seseorang dalam melakukan pekerjaan dari jarak jauh. Ia menyebut, pemerintah memberlakukan sistem WFH dengan tujuan meminimalisir kerumunan yang dapat menyebabkan infeksi Covid-19.

    “Walaupun WFH telah diterapkan, namun tidak menutup kemungkinan seseorang dapat terkena efek samping yang dapat berisiko bagi tubuh”,  ujar Maula, sepertu dikutip Tempo dari laman resmi RSUI, Kamis 8 Juli 2021.

    Maula mengungkapkan, ada prinsip yang harus diterapkan seseorang agar WFH tetap aman. Prinsip tersebut adalah ergonomi. Ergonomi merupakan ilmu atau seni penerapan teknologi guna menyeimbangkan fasilitas yang digunakan untuk aktivitas maupun saat istirahat.

    Ilmu penerapan teknologi ini disesuaikan dengan kemampuan atau keterbatasan manusia, baik secara fisik maupun mental. Dengan begitu, kualitas hidup manusia secara keseluruhan dapat menjadi lebih baik. Ergonomi merupakan ilmu multidisiplin. Unsur ilmu psikologi, pengukuran, dan biomekanika ada di dalamnya.

    Prinsip-prinsip ergonomi dalam bekerja:

    Menurut Maula, hal yang harus dilakukan saat WFH adalah memastikan tubuh tak cedera. Hendaknya memperhatikan posisi tubuh, menyesuaikan dengan kondisi lingkungan yang ada. “Seperti tinggi meja dan kursi harus disesuaikan dengan tubuh kita, agar tidak salah posisi duduk sehingga dapat menyebabkan lordosis, kifosis, dan skoliosis,” tuturnya melalui acara yang digelar virtual melalui Live Streaming Instagram pada 11 Juni lalu ini.

    Tak hanya itu, posisi kepala juga harus dalam keadaan yang nyaman dan baik. Caranya, sejajarkan kedua mata dengan suatu objek yang tak terlalu rendah dan tak pula terlalu tinggi. Sementara untuk mendapat posisi lengan yang baik, sanggalah lengan hingga siku di atas meja. Sedangkan kaki harus menapak penuh dan pinggang diganjal dengan bantal kecil”, jelas Maula mengurai.

    Maulia mengingatkan agar selalu melakukan peregangan di sela-sela WFH. Peregangan bertujuan agar terhindar dari rasa pegal. Tim Departemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja Fakultas Kesehatan Masyarakat UI pun meneliti hal ini dengan responden tenaga pendidik, mahasiswa, serta seluruh civitas lingkungan UI. Berdasarkan hasil penelitiannya, dari tahun 2020 lebih dari 70 persen responden mengeluh pada area pinggang serta punggung atas. Kemudian 80 persen responden mengeluhkan bagian lehernya selama bekerja di depan layar.

    Maula menekankan, pentingnya disiplin selama WFH agar terhindar dari cedera. Lanjutnya, kita harus menyayangi tubuh dengan membatasi pekerjaan serta tak membebani diri sendiri agar fisik dan mental terjaga.

    ANNISA FEBIOLA

    Baca juga: Cara Anies Baswedan Ajak Karyawan WFH: Foto Bareng dan Buka Pengaduan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.