Kenali Jenis Gangguan Tidur di Kala Pandemi Karena Rasa Cemas dan Panik

Reporter:
Editor:

Iqbal Muhtarom

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menaklukkan Gangguan Tidur

    Menaklukkan Gangguan Tidur

    TEMPO.CO, Jakarta - Dua tahun belakangan, virus Covid-19 hidup bersama masyarakat. Virus yang baru terdeteksi pada akhir 2019 lalu membuat masyarakat harus menyesuaikan diri dengan kebiasaan baru yang tidak ada sebelumnya. Efek lanjutnya adalah bisa berdampak pada gangguan tidur.

    Kebiasaan baru ini antara lain harus memakai masker dan bekerja dari rumah. Adanya virus baru yang membuat masyarakat harus melakukan berbagai hal yang tidak dilakukan sebelumnya dapat menimbulkan perasaan panik, takut, dan cemas yang berimbas pada kesulitan untuk tidur. 

    “Kuantitas tidur dapat dikatakan terganggu jika lamanya waktu tidur tidak sesuai dengan kebutuhan tidur seseorang. Gangguan ini bisa berupa kesulitan tidur, kesulitan mempertahankan tidur, atau bangun tidur lebih awal dari waktu seharusnya,” tulis dr. Kristiane Siahaan dan dr. Rayinda Raumanen Mamahit seperti dikutip Tempo dari laman milik RS Universitas Indonesia, Kamis 8 Juli 2021. 

    Sementara kualitas tidur dapat disebut terganggu ketika seseorang terputus periode tidurnya atau sering terbangun di malam hari. Bila gejala-gejala kesulitan tidur atau terputus periode tidur seseorang terjadi setidaknya tiga hari dalam satu minggu, dapat dikatakan seseorang mengalami insomnia. 

    Kesulitan tidur memiliki banyak kemungkinan penyebab. Biasanya gangguan tidur disebabkan kegiatan sehari-hari seperti mengonsumsi kafein, merokok, waktu tidur di siang hari terlalu panjang, atau melakukan kegiatan yang meningkatkan stimulasi psikologis sebelum tidur seperti menonton televisi atau menggunakan gadget. 

    Selain itu, kondisi mental dapat membuat seseorang mengalami kesulitan tidur. Orang yang memiliki gangguan stress, kecemasan, kegelisahan, kesedihan, atau malah memiliki semangat berlebihan dapat membuat seseorang mengalami gangguan tidur. Selain kesehatan mental, gangguan pada kesehatan fisik juga dapat mempengaruhi kualitas dan kuantitas tidur seseorang. 

    Gangguan tidur mampu memberikan efek negatif bagi tubuh. Beberapa dampak yang mungkin dapat terjadi akibat kondisi insomnia adalah kelelahan, mengantuk pada siang hari, gangguan konsentrasi, ketegangan otot, dan sakit kepala. Secara psikologis, gangguan tidur juga dapat menyebabkan perasaan mudah kesal, kecemasan, atau depresi. 

    Jika gangguan tidur sampai ke tahap insomnia, seseorang dapat tidak dalam kondisi prima untuk melakukan aktivitas keesokan harinya. Dampak yang terjadi dianggap dapat menjadi gangguan jika menyebabkan gangguan berarti pada fungsi kehidupan seperti gangguan pada pendidikan, pekerjaan, dan hubungan sosial. “Jika gangguan terus terjadi dan sulit diatasi, sebaiknya berkonsultasi lebih lanjut ke klinik kesehatan jiwa,” tulis Kristiane dan Rayinda.

    MAGHVIRA ARZAQ KARIMA

    Baca juga: Atasi Gangguan Tidur dengan Akupunktur


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Negara-negera yang Sudah Melakukan Vaksinasi Anak di Bawah 12 Tahun

    Di Indonesia, vaksin Covid-19 baru diberikan ke anak usia 12 tahun ke atas. Namun beberapa negara mulai melakukan vaksinasi anak di bawah 12 tahun.