Ini Bahaya Terlalu Sering Tidur di Lantai

Reporter:
Editor:

Nurhadi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Orang tua bayi ini menidurkan balitanya di lantai beralaskan bantal dengan tubuh dililiti lakban bening supaya tidak menganggu ayahnya yang harus bekerja dari rumah akibat wabah Corona.

    Orang tua bayi ini menidurkan balitanya di lantai beralaskan bantal dengan tubuh dililiti lakban bening supaya tidak menganggu ayahnya yang harus bekerja dari rumah akibat wabah Corona.

    TEMPO.CO, Jakarta - Sering kali sebagian orang lebih memilih tidur di lantai daripada di tempat tidur atau kasur. Namun, tahukah Anda tidur di lantai atau pun tanpa alas ternyata memiliki bahaya bagi kesehatan.

    Memang benar tidur di lantai adalah solusi untuk mengatasi kepanasan karena adem dan sensasi dingin yang diberikan oleh lantai dapat membuat tidur lebih nyaman dan nyenyak, apalagi saat udara panas.

    Namun, hal tersebut tidak boleh Anda biasakan lagi dan sebaiknya dihindari. Ada beberapa masalah yang  muncul jika anda terlalu sering tidur di lantai.

    Berikut beberapa masalah yang timbul saat anda tidur di lantai:

    1. Masuk angin

    Masalah pertama yang muncul biasanya yaitu masuk angin. Rasa nyaman dan terasa segar saat tidur di lantai sebenarnya hanyalah sensasi di awal saja, karena setelahnya anda akan merasakan masuk angin apalagi bila kamu melakukannya secara terus menerus. Bahkan gangguan lain bisa saja ikut muncul seperti gangguan pencernaan, mual dan muntah, diare serta perut kembung.

    2. Penyebab pilek dan flu

    Tidur di lantai sangat bisa menyebabkan tubuh Anda terserang pilek dan flu. Hal ini karena lantai yang dingin apalagi pada lantai keramik. Selain itu penyebab lainnya bisa terjadi karena adanya berbagai debu dan kotoran pada lantai yang belum sempat dibersihkan.

    3. Memburuknya gejala penyakit punggung

    Memburuknya gejala penyakit punggung bisa disebabkan karena permukaan keras pada lantai bisa meningkatkan rasa nyeri pada punggung.

    4. Memicu reaksi alergi

    Sama seperti pilek dan flu, tidur di lantai juga bisa memicu reaksi alergi. Hal ini disebabkan karena lantai yang berdebu dan kotor. Selain itu juga lantai bisa menjadi tempat menumpuknya debu dan tungau.

    5. Penyebab munculnya iritasi dan infeksi kulit

    Pada bagian ini masih sama seperti bagian-bagian sebelumnya. Lantai yang kurang bersih tentu bisa banyak mengandung bakteri maupun virus. Bila lantai yang dijadikan tempat tidur kotor dan berdemu, tentu saja hal tersebut akan memunculkan masalah kulit seperti ruam, gatal gatal, bahkan kulit bernanah.

    ASMA AMIRAH

    Baca juga: 6 Cara Agar Tidur Anda Nyenyak 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.