Pakar Sebut TBC Lebih Mematikan Dibanding Covid-19, tetapi...

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemakaman jenazah dengan protokol pasien Virus Corona. REUTERS/Willy Kurniawan

    Pemakaman jenazah dengan protokol pasien Virus Corona. REUTERS/Willy Kurniawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Pakar menyebut COVID-19 sebenarnya tak semematikan tuberkulosis (TBC). Kepala Laboratorium Pusat Diagnostik dan Riset Penyakit Infeksi Universitas Andalas Padang, Dr. dr. Andani Eka Putra, mengatakan COVID-19 berbahaya tetapi bukan penyakit yang mematikan.

    "Tingkat kematian COVID-19 hanya 2 persen, yang berbahaya adalah penyebaran yang cepat sehingga bisa menyerang banyak orang," katanya.

    Dia mengatakan TBC jauh lebih mematikan dibandingkan COVID-19, yaitu mencapai 5 persen. Tetapi, penyebaran virus corona lebih berbahaya karena sangat cepat. Ia mengatakan dengan tingkat kematian 2 persen, kalau yang terkena 100 orang maka dua meninggal. Tetapi dengan penyebaran cepat, dan kalau positif 2 juta, 60 ribu orang yang meninggal.

    Menurutnya, yang paling menderita akibat pandemi COVID-19 ini adalah masyarakat karena ekonomi tidak bergerak. Oleh sebab itu, masyarakat harus beriringan dengan COVID-19 agar ekonomi bisa tetap tumbuh dan warga tidak menderita.

    "Jangan sampai karena pandemi masyarakat tidak makan dan yang paling efektif dalam membantu masyarakat adalah memberdayakan IKM," ujarnya.

    Dia menjelaskan pandemi akan selesai apabila masyarakat paham dengan COVID-19, yaitu dengan mematuhi protokol kesehatan. Oleh sebab itu, upaya pemerintah untuk menghentikan penyebaran COVID-19 dengan cara patuhi protokol kesehatan dan menjalani vaksinasi.

    Baca juga: Kendala Penanganan TBC Resisten Obat, Ini Kata Pakar


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pelonggaran Kembali PPKM: Aturan Baru WFO, Bioskop, dan Anak-anak

    Pemerintah kembali melonggarkan sejumlah aturan PPKM yang berlaku hingga 4 Oktober 2021. Pelonggaran termasuk WFO, bioskop, dan anak-anak di mall.