Tak Perlu Takut Bersaing, Simak Tips Usaha Warung Untung Terus

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pedagang plastik dan toko kelontong di Pasar Jl Diponegoro, Kelurahan Paseban, Senen, Jakarta, 25 Agustus 2015. TEMPO/Subekti

    Pedagang plastik dan toko kelontong di Pasar Jl Diponegoro, Kelurahan Paseban, Senen, Jakarta, 25 Agustus 2015. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Pandemi Covid-19 membawa pengaruh signifikan pada seluruh sektor usaha. Pengusaha kecil seperti warung yang banyak digeluti oleh masyarakat Indonesia juga ikut terpuruk. Bahkan, banyak yang terpaksa gulung tikar karena tidak bisa bertahan.

    CEO Warung Pintar Group, Agung Bezharie Hadinegoro, mengatakan untuk pelaku usaha warung harus memiliki ekosistem yang kuat untuk bertahan di era pandemi.

    "Sejak awal Covid-19 datang, warung di Indonesia banyak yang mengalami penurunan penjualan dan itu tidak bisa dibiarkan. Maka, harus ada transformasi yang dilakukan dari seluruh eksosistem warung, terutama untuk berkembang secara digitalisasi," ujarnya. Berikut tips agar usaha warung meraup untung di masa pandemi.

    Digitalisasi penjualan
    Bila sebelumnya warung hanya menunggu pembeli yang menjemput bola, kini warung bisa memanfaatkan teknologi digital untuk memberikan umpan. Pengusaha warung hanya perlu menggunakan marketplace atau e-commerce untuk menjual dagangannya secara online. Atau, manfaatkan pula media sosial untuk mempromosikan barang dagangan. Pembeli hanya perlu menunggu di rumah dan Anda tinggal mengirimkan pesanan tersebut menggunakan bantuan kurir. Cara ini meminimalisir aktivitas masyarakat untuk bertatap muka langsung.

    Digitalisasi distributor
    Sejumlah merek berskala global telah mendigitalisasi sistem distribusi lewat layanan ini, termasuk Coca Cola Europacific Partners dan Reckitt. Mereka menggunakan dashboard khusus yang bisa digunakan untuk memantau distribusi barang secara langsung dan mendapatkan pandangan berbasis data yang bisa digunakan sebagai referensi dalam menentukan langkah bisnis yang strategis di kanal tradisional. Warung Pintar Group sendiri menggunakan Bizzy Connect untuk menghubungkan merek dan distributor langsung ke pemilik warung secara digital.

    Digitalisasi pembayaran
    Jika biasanya menggunakan sistem bayar langsung di muka, kini warung juga harus bisa mengikuti perkembangan zaman dengan memberikan pembayaran digital. Pembeli yang akan berbelanja hanya perlu mengirimkan sejumlah dana secara virtual tanpa perlu datang ke warung. Oleh karena itu, pemilik warung harus punya akun pembayaran untuk menyediakan layanan tersebut.

    Bekerja sama dengan kurir
    Saat pembelian dilakukan dengan cara virtual, maka harus ada pihak yang mengantarkan barang pesanan kepada pembeli. Warung bisa bekerjasama dengan pihak ketiga seperti ojek daring atau jasa kurir antar paket. Menjalani relasi dengan pihak lain justru akan saling membantu perekonomian di tengah pandemi.

    Baca juga: Jangan Ragu Buka Warung, Intip Kiatnya agar Sukses


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.