Tips Keluar dari Zona Nyaman agar Lebih Sukses

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi karyawati bahagia. unsplash.com/Brooke Cagle

    Ilustrasi karyawati bahagia. unsplash.com/Brooke Cagle

    TEMPO.CO, Jakarta - Kalimat kalau mau sukses harus berani keluar dari zona nyaman sering didengar dan ditemui, terutama di buku-buku motivasi. Kalimat itu tentu ada benarnya. Terkadang, orang memiliki banyak ide namun takut dengan berbagai kemungkinan dan pada akhirnya kembali pada zona nyaman.

    Zona nyaman sering dianggap berbahaya karena membuat orang tidak dapat berkembang. Zona nyaman menawarkan banyak ketidakpastian, memiliki risiko yang besar, dan Anda tidak tahu hasilnya akan seperti apa.

    Bagaimana jika meninggalkan zona nyaman agar mencapai kesuksesan namun ingin sukses agar bisa kembali ke zona nyaman? CEO Se-tuju, Wenny Leo, melalui laman Instagramnya membagikan lingkaran kenyamanan yang perlu dilalui untuk mencapai keinginan tersebut.

    Zona nyaman
    Wenny mengatakan untuk keluar dari zona nyaman, Anda harus tahu di mana posisi di antara dua kondisi ini, risiko rendah dengan imbalan rendah dan keamanan. “Apakah karena kita sudah merasa safe and content? Atau karena takut pada risiko?” tulis Wenny di laman Instagramnya

    Zona ketakutan
    Hal-hal seperti kepercayaan diri yang rendah, terlalu banyak alasan, dan terlalu peduli dengan pendapat orang lain dapat menahan Anda keluar dari zona nyaman. Karena itu, coba lihat kembali, mulai dari dalam diri sendiri hingga lingkungan, mana yang menahan Anda?

    Zona belajar
    Setelah mengetahui mana yang menahan Anda, beralihlah untuk mendapatkan keterampilan baru, menghadapi tantangan dan mencoba menyelesaikan masalah, serta membangun atau memperluas zona nyaman baru sampai terbiasa dengan hal-hal tersebut.

    Zona pertumbuhan
    Semakin banyak hal yang diketahui, tingkat kepercayaan diri pun meningkat. Anda mulai merasakan buah dari zona belajar tadi. “Jika sudah berada di tahap ini, temukan tujuan dan maknanya serta capailah tujuan itu,” kata Wenny.

    Zona sukses = zona nyaman
    Saat ini, Anda merasa hidup memiliki tujuan dan bermakna. Buah pertumbuhan membawa Anda kembali pada zona nyaman. Pertanyaannya, apakah harus berhenti atau kembali mencoba hal baru?

    “Pada akhirnya, orang cenderung mencari zona nyamannya sendiri dan tidak ada yang salah dengan itu,” tuturnya.

    Baca juga: Belajar Online Bisa Jadi Zona Nyaman Baru untuk Siswa


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.