Gejala Baby Blues Syndrome, Sindrom yang Muncul Setelah Melahirkan

Reporter:
Editor:

S. Dian Andryanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi wanita menangis. shutterstock.com

    Ilustrasi wanita menangis. shutterstock.com

    TEMPO.CO, JakartaBaby blues syndrome merupakan sindrom yang cukup umum dialami oleh beberapa orang tua yang baru saja melahirkan anaknya. Dilansir dari March of Dimes, sebanyak 80 persen atau 4 dari 5 orang tua baru mengalami baby blues syndrome. Lantas, apa sebenarnya baby blues syndrome itu?

    Melansir dari National Health Security, baby blues syndrome merupakan sindrom yang menimbulkan perasaan lelah, depresi, cemas, dan sedih pada perempuan setelah melahirkan bayi. Perasaan tersebut biasanya muncul 2 hingga 8 minggu setelah melahirkan. Beberapa perempuan yang mengalami baby blues syndrome biasanya merasakan sesuatu yang tidak bisa dideteksi orang-orang terdekatnya, baik suami, orang tua, bahkan pendamping psikologisnya.

    Tidak hanya perempuan, laki-laki pun juga bisa mengalami baby blues syndrome. Menurut Journal of American Medical Association, sebanyak 10 persen laki-laki yang istrinya baru saja melahirkan. Pada laki-laki, gejala baby blues syndrome muncul 3 hingga 6 bulan setelah bayi lahir.

    Penyebab baby blues syndrome sendiri bermacam-macam. American Pregnancy Association menyatakan bahwa penyebab baby blues syndrome sendiri masih belum diketahui secara pasti. Namun, adanya pergantian hormon setelah melahirkan disinyalir merupakan penyebab terjadinya hal tersebut. Pergantian hormon menyebabkan terjadinya perubahan reaksi kimia di otak yang kemudian menyebabkan depresi dan gejala baby blues syndrome lain.

    Beberapa sumber lain menyebutkan bahwa baby blues syndrome bisa menjadi lebih parah oleh adanya beberapa kondisi bawaan. Trauma masa lalu, kesulitan tidur, hingga gangguan jiwa mampu memperparah gejala baby blues syndrome. Dikutip dari Medical News Today, gejala baby blues syndrome bahkan bisa menyebabkan orang tua menyakiti bayi hingga dirinya sendiri.

    Gejala tersebut perlu mendapat perhatian lebih. Beberapa hal dapat dilakukan untuk mengatasi gejala baby blues syndrome. Melansir Healthline, berikut adalah beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengatasi baby blues syndrome:

    Sempatkan untuk tidur sesering mungkin

    Kelelahan adalah gejala yang paling umum dari baby blues syndrome. Oleh karena itu, tidur menjadi salah satu solusi terhadap permasalahan baby blues syndrome.

    Minta bantuan orang lain

    Minta orang lain untuk membantu melakukan pekerjaan. Dengan adanya bantuan orang lain, akan ada lebih banyak waktu untuk beristirahat. Waktu istirahat yang maksimal membantu pemulihan gejala baby blues syndrome.

    Lakukan sesuatu yang disukai

    Selain tidur, melakukan sesuatu yang disukai juga merupakan mekanisme pemulihan diri dari baby blues syndrome. Ketika melakukan hal yang disukai, jangan lupa minta bantuan orang lain untuk merawat bayi dan mengerjakan beberapa pekerjaan Anda untuk sementara waktu.

    NAOMY A. NUGRAHENI 

    Baca: Suami Bisa bantu Istri Atasi Sindrom Baby Blues dengan Cara


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.