Kenali Perbedaan Isolasi Mandiri Pasien Bergejala dan Tanpa Gejala

Reporter:
Editor:

Iqbal Muhtarom

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas medis memeriksa kondisi kesehatan warga yang terpapar wabah COVID-19 di tempat isolasi mandiri kawasan wisata alam River Tubing, Leuwi Paranje Bojong, Kecamatan Banjarwangi, Kabupaten Garut, Jumat (9/7/2021). ANTARA/HO-Polsek Banjarwangi

    Petugas medis memeriksa kondisi kesehatan warga yang terpapar wabah COVID-19 di tempat isolasi mandiri kawasan wisata alam River Tubing, Leuwi Paranje Bojong, Kecamatan Banjarwangi, Kabupaten Garut, Jumat (9/7/2021). ANTARA/HO-Polsek Banjarwangi

    TEMPO.CO, Jakarta - Penanganan Covid-19 tidak sama setiap pasien. Dokter dan tim medis harus memeriksa tingkat gejala yang diderita. Langkah pertama bagi orang yang terpapar Covid-19 adalah segera melakukan isolasi mandiri.

    Pelaksanaan isolasi mandiri juga harus memperhatikan tingkat gejala pasien, apakah tanpa gejala, gejala ringan, sedang atau bderat.

    Setiap tingkat keparahan gejala memiliki cara perawatan yang berbeda, sama halnya dengan pelaksanaan isolasi mandiri. Kategorisasi isolasi mandri digunakan sebagai acuan lama waktu pelaksanaan.

    Membeludaknya pasien positif Covid-19 tidak seimbang dengan sarana kesehatan yang disediakan. Sarana kesehatan oleh pemerintah dioptimalkan untuk pasien dengan gejala sedang hingga berat. 

    Kementerian Kesehatan mengatakan bahwa perawatan terhadap orang yang terinfeksi Covid-19 berbeda-beda berdasarkan tingkat keparahan gejala. 

    Pasien dengan gejala berat menurut kebijakan Kemenkes akan diisolasi dan dirawat di rumah sakit atau rumah sakit rujukan. 

    Isolasi mandiri dan perawatan dilakukan selama 10 hari sejak gejala pertama dan 3 hari setelah gejala tidak nampak. Setelah itu pasien akan dites Swab, jika negatif dinyatakan sembuh. 

    Rekomendasi untuk yang terdiagnosis Covid-19 tanpa gejala hingga bergejala ringan adalah isolasi mandiri. Namun terdapat perbedaan antara keduanya. 

    Dilansir dari laman Unair, Djoko Santoso, Guru besar Fakultas Kedokteran Unair menerangkan bahwa kriteria bebas isolasi pada pasien Covid-19 dikelompokkan menjadi dua golongan. Pengelompokan ini sebagai acuan lama masa isolasi. 

    Pertama, orang tanpa gejala dapat menyelesaikan masa isolasinya setelah 10 hari.

    “Orang tanpa gejala dapat dikatakan bebas isolasi jika telah melakukan isolasi mandiri selama sepuluh hari," jelas Djoko.

    Untuk orang dengan gejala membutuhkan waktu lebih lama dalam melaksanakan isolasi mandiri,  yaitu dengan 10 hari ditambah 3 hari bebas gejala pernapasan dan demam. 

     "Jika orang dengan gejala adalah sepuluh hari ditambah tiga hari bebas gejala,” ungkap dokter kelahiran Jombang itu.

    Berdasarkan kebijakan Kemenkes, konfirmasi pernyataan sembuh Covid-19 atau bebas isolasi mandiri diputuskan setelah dinyatakan memenuhi kriteria selesai isolasi oleh dokter penanggungjawab. 

    TATA FERLIANA

    Baca juga: Seberapa Sering Harus Cek Saturasi Oksigen Saat Isolasi Mandiri?


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.