Bagaimana Kolesterol Dapat Menyebabkan Penyakit Jantung?

Reporter:
Editor:

Nurhadi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Serangan Jantung. thestar.com.my

    Ilustrasi Serangan Jantung. thestar.com.my

    TEMPO.CO, Jakarta - Kadar kolesterol tinggi dalam tubuh dapat memicu penyakit jantung. Kolesterol adalah senyawa lemak yang diproduksi oleh sel hati dan bersumber dari makanan. Kolesterol berfungsi untuk membentuk dinding sel dan hormon.

    Namun, tingkat kolesterol yang terlalu tinggi dapat berdampak buruk bagi kesehatan tubuh. Penyakit jantung sendiri disebabkan oleh tersumbatnya pembuluh darah yang menyediakan makanan dan oksigen ke otot jantung. Otot tersebut dikenal dengan nama pembuluh darah koroner. 

    Kolesterol dibagi menjadi dua jenis. Pertama, high-density lipoprotein (HDL) merupakan kolesterol baik yang melindungi jantung. Kedua, low-density lipoprotein (LDL) merupakan kolesterol jahat yang dapat meningkatkan risiko penyakit.

    Lemak kolesterol yang dihasilkan oleh hati didistribusikan ke seluruh tubuh melalui aliran darah. Kolesterol jahat (LDL) dapat menimbulkan timbunan plak yang menyumbat aliran pembuluh darah. Ini yang menyebabkan penyakit jantung.

    Penyumbatan yang terakumulasi dapat menyebabkan serangan jantung atau gagal jantung. Serangan jantung terjadi jika pembuluh darah pecah akibat gumpalan darah yang terjadi karena plak kolesterol. Sedangkan gagal jantung terjadi akibat penyempitan pembuluh darah yang menyebabkan penurunan pasokan darah ke jantung.

    Menurut laman Dinas Kesehatan Kulon Progo, kadar LDL normal adalah 100-129 mg/dL. Kelebihan LDL menyebabkan HDL kesulitan membuang kolesterol yang berlebih. Total akumulasi HDL dan LDL yang dianjurkan adalah di bawah 200 mg/dL.

    Menjaga kadar kolesterol dapat dilakukan dengan memiliki pola makan sehat dan teratur. Makanan dengan lemak jenuh perlu dihindari sebagai langkah pencegahan.

    Pola makan yang berfokus pada sayuran, buah-buahan, dan kacang-kacangan bukan hanya dapat menurunkan tingkat kolesterol, melainkan juga memastikan tekanan darah stabil serta membantu arteri tetap fleksibel dan responsif.

    "Pola makan ini juga baik bagi tulang, pencernaan, penglihatan, dan kesehatan mental," tulis pihak Harvard, dikutip Tempo dari artikel Harvard Health Publishing, Rabu, 21 Juli 2021.

    Selain menjaga pola makan, olahraga juga dapat mencegah penumpukan kolesterol. Olahraga ringan seperti lari pagi, jalan sehat, dan bersepeda dapat menjadi pilihan. Olahraga selama tiga puluh menit setiap hari secara rutin cukup untuk menjaga kebugaran dan kesehatan tubuh.

    DINA OKTAFERIA

    Baca juga: Ini yang Terjadi Pada Tubuh Jika Kolesterol Naik, 5 Tanda-tandanya


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.