Panduan Merawat Pasien Covid-19 yang Isolasi Mandiri di Rumah Menurut WHO

Reporter

Relawan Dompet Dhuafa membawa makanan untuk diberikan kepada warga positif COVID-19 yang sedang menjalani isolasi mandiri di Kawasan Kramat Jati, Jakarta, Jumat, 16 Juli 2021. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

TEMPO.CO, Jakarta - Saat menjalani isolasi mandiri di rumah, pasien Covid-19 tetap harus mengikuti instruksi dan arahan dari tenaga kesehatan. Baik dalam melakukan protokol perawatan, maupun penggunaan obat-obatan.

Melansir postingan di instagram resmi WHO Indonesia, saat pasien Covid-19 mengalami demam, nyeri otot, atau sakit kepala, pasien bisa meminum parasetamol dengan syarat sudah minta petunjuk dosis dari tenaga kesehatan.

“Dosis orang dewasa umumnya satu atau dua tablet 500 mg atau 1 tablet 650 mg, maksimal 4 kali dalam 24 jam. Jarak antar dosis mimum minimal empat jam,” seperti dikutip Tempo dari laman @whoindonesia pada Kamis, 22 Juli 2021.

Sementara untuk mereka yang berusia di bawah 18 tahun atau berat badan di bawah 50 kg, diharuskan menanyakan dosis maksimum kepada tenaga kesehatan. Apabila demam berlanjut, bisa menempelkan kain basah dingin di dahi.

Namun, jika kadar oksigen pasien 90 persen atau lebih, tetapi masih di bawah 94 persen, disarankan segera menghubungi tenaga kesehatan atau minta perawatan rumah sakit. Nantinya, tenaga kesehatan mungkin akan meresepkan steroid, pasien diharuskan mengikuti instruksi dari tenaga kesehatan, dan dilarang melakukan pengobatan sendiri.

“Jika kadar oksigen di bawah 90 persen, Anda mengalami Covid-19 berat,” seperti dikutip dari infografik milik WHO Indonesia.

Saat melakukan perawatan mandiri, pasien dilarang melakukan pengobatan sendiri dengan antibiotik. Sebab, antibiotik tidak berdampak pada virus. Pasien juga dilarang melakukan pengobatan mandiri dengan steroid. Karena penggunaan steroid tidak sesuai aturan dapat berdampak serius dan mengancam keselamatan nyawa, juga menjadi penyebab terjadiya infeksi mukormikosis (jamur hitam).

WHO tidak merekomendasikan pasien isolasi mandiri menggunakan hidroksiklorokuin, lapinavir atau ritonavir. Saat ini WHO juga belum merekomendasikan penggunaan remdesivir pada pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit, apa pun tingkat keparahan penyakitnya, sebab belum ditemukan bukti kuat manfaat kegunaan remdesivir.

Lebih lanjut, WHO menyarankan agar pengobatan Covid-19 ivermektin hanya dilakukan dalam uji klinis.

DELFI ANA HARAHAP

Baca juga: Ahli Tak Rekomendasikan Penggunaan Tabung Oksigen Saat Isolasi Mandiri






Jokowi Bilang Pandemi Covid-19 Segera Berakhir, Menkes: Timing dari WHO

3 hari lalu

Jokowi Bilang Pandemi Covid-19 Segera Berakhir, Menkes: Timing dari WHO

Menkes Budi Gunadi mengaku dapat perintah dari Presiden Jokowi untuk koordinasi dengan WHO soal status pandemi Covid-19.


Jokowi Bilang Pandemi Covid-19 Segera Usai, Menkes: WHO yang Tentukan Waktunya

3 hari lalu

Jokowi Bilang Pandemi Covid-19 Segera Usai, Menkes: WHO yang Tentukan Waktunya

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa nanti keputusan menyatakan pandemi Covid-19 berakhir tetap ada di tangan WHO


Serba Serbi Meningitis: Penyebab, Gejala dan Proses Pengobatannya

5 hari lalu

Serba Serbi Meningitis: Penyebab, Gejala dan Proses Pengobatannya

Meningitis yang disebabkan virus dan jamur, sama bahayanya. Ketahui penyebab dan gejala serta bagaimana proses pengobatannya.


Australia Hapus Wajib Isolasi Mandiri Covid-19, Ahli Kesehatan Khawatir

6 hari lalu

Australia Hapus Wajib Isolasi Mandiri Covid-19, Ahli Kesehatan Khawatir

Australia akan menghapus wajib isolasi mandiri di rumah lima hari untuk orang yang terinfeksi Covid-19, yang membuat ahli kesehatan khawatir


Hari Jantung Sedunia: Masih Jadi Pembunuh Nomor 1 dan Tema di 2022

7 hari lalu

Hari Jantung Sedunia: Masih Jadi Pembunuh Nomor 1 dan Tema di 2022

Setiap tanggal 29 September diperingati sebagai Hari Jantung Sedunia. Berikut ini kilas balik awal Hari Jantung Sedunia dan tema untuk 2022.


Selalu Waspada Covid-19, Perhatikan Beda Gejala Batuk dan Flu Biasa

8 hari lalu

Selalu Waspada Covid-19, Perhatikan Beda Gejala Batuk dan Flu Biasa

Covid-19 dan flu memiliki gejala yang serupa, namun terdapat perbedaan antara keduanya. Perlu memperhatikan perbedaannya.


Batuk Berkepanjangan, Hati-hati Gejala Long COVID-19

10 hari lalu

Batuk Berkepanjangan, Hati-hati Gejala Long COVID-19

Pakar menjelaskan batuk kronik berkepanjangan hingga beberapa bulan dapat mengindikasikan penyintas mengalami long COVID-19.


Aktor Drakor Lee Seung Gi Ingatkan Berlebih Asupan Garam, Apa Bahayanya?

12 hari lalu

Aktor Drakor Lee Seung Gi Ingatkan Berlebih Asupan Garam, Apa Bahayanya?

Aktor Korea Selatan Lee Seung Gi mendapatkan apresiasi Direktur Jenderal WHO, karena mengingatkan soal batas konsumsi asupan garam harian. Berbahaya?


Penyebab Keringat Berlebih, Bisa Menjadi Tanda Penyakit Tertentu

13 hari lalu

Penyebab Keringat Berlebih, Bisa Menjadi Tanda Penyakit Tertentu

Seseorang bisa berkeringat bahkan tanpa melakukan aktivitas apapun. Lalu apa penyebab keringat berlebih ini? Apakah menandakan penyakit tertentu?


Perhimpunan Dokter Paru Indonesia Bahas Akhir Pandemi Covid-19

14 hari lalu

Perhimpunan Dokter Paru Indonesia Bahas Akhir Pandemi Covid-19

'Tapi sekarang pandemi Covid-19 belum berakhir ya'