Macam Kegiatan Aman di Hari Anak Nasional

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi anak bermain/Danone

    Ilustrasi anak bermain/Danone

    TEMPO.CO, Jakarta - Hari Anak Nasional (HAN) 2021 jatuh pada 23 Juni ini. Banyak hal yang bisa dilakukan oleh orang tua dan anak, selain untuk menjalin kedekatan yang lebih dalam, kegiatan bersama juga dapat membangun kreativitas dan kepercayaan diri.

    Pandemi COVID-19 dan PPKM membuat banyak orang berdiam diri di rumah. Meski demikian, HAN tetap menjadi momen yang tepat bagi orang tua untuk memiliki waktu berharga bersama anak di rumah sekaligus mengajarkan anak untuk selalu bersyukur dan peduli terhadap sesama. Berikut lima kegiatan yang dapat dilakukan di rumah untuk merayakan Hari Anak Nasional.

    Belajar sambil bermain
    Ketika orang tua bermain bersama anak, hal tersebut akan membantu mengembangkan keahlian mereka, mulai dari perkembangan motorik anak, kemampuan sosial, dan emosional sampai dengan kemampuan dasar aritmatika. Di masa pandemi, anak dan orang tua akan banyak menghabiskan waktu bersama.

    Seharusnya, momentum ini dimanfaatkan untuk memperkuat kedekatan dan hubungan. Hal ini penting karena ketika bermain dengan orang tua, anak akan merasakan aman yang tidak dirasakan saat bermain dengan orang lain. Pembelajaran yang ingin orangtua sampaikan ke anak juga dapat diterima dengan baik karena bermain juga bentuk komunikasi untuk anak-anak.

    Bernyanyi bersama
    Kegiatan ini akan menjadi pengalaman yang sangat menyenangkan bagi anak. Profesor Graham Welch dari Universitas London mengungkapkan manfaat dari bernyanyi untuk anak di antaranya membangun kepercayaan diri, meningkatkan harga diri, selalu melibatkan emosi, mendorong inklusi sosial, mendukung pengembangan keterampilan sosial, dan kemampuan untuk bersama-sama berhasil menciptakan sesuatu yang istimewa dalam seni. Aktivitas ini juga dapat membantu mempererat hubungan serta menjaga atau bahkan memperbaiki suasana hati.

    Bercerita atau mendongeng
    Dongeng atau cerita rakyat kerap diceritakan kepada anak-anak pada zaman dulu. Namun, saat ini sepertinya dongeng dan cerita rakyat mulai pudar dari kehidupan sehari-hari. Orang tua dapat mengenalkan kembali dongeng dan cerita rakyat ini kepada anak-anak yang dipenuhi pesan-pesan moral bagus. Orang tua juga dapat mendorong anak-anak untuk membaca buku cerita dan dongeng sendiri, lalu berikan pertanyaan kepada mereka apa yang yang ditangkap dari cerita tersebut.

    Menggambar bersama
    Tak jarang di usia balita sampai awal masuk sekolah, tembok rumah dipenuhi coretan atau gambar dengan spidol, krayon, dan alat tulis lain. Orang tua tidak perlu marah karena menggambar memiliki banyak manfaat bagi anak-anak. Mengembangkan motorik halus anak, membangun konsentrasi, meningkatkan kepercayaan diri, serta melatih kesabaran. Tidak hanya bermanfaat untuk anak, ikut menggambar bersama anak dapat memperbaiki suasana hati serta mempererat kedekatan dengan anak.

    Berkreasi dengan video
    Di era digital ini, dengan pengaruh media sosial yang sangat pesat menimbulkan kekhawatiran yang dikonsumsi anak-anak. Namun, orang tua tetap dapat mengatasi hal ini dengan mendorong anak untuk mengonsumsi konten-konten edukatif yang menarik, seperti infografis atau fakta lucu yang menarik minat. Orang tua juga dapat mendorong anak-anak uk membuat konten-konten edukatif yang kreatif dan mudah dikonsumsi oleh teman-teman.

    Baca juga: Hari Anak Nasional, Simak Tips Ajarkan Anak Cinta Lingkungan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.