3 Masalah Kesehatan Anak kala Pandemi COVID-19 Menurut Ahli Gizi

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi anak sedang makan (pixabay.com)

    Ilustrasi anak sedang makan (pixabay.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Tingginya kasus penularan COVID-19 pada kelompok usia anak harus menjadi perhatian bersama. Selain dengan tegas menerapkan protokol kesehatan yang ketat dengan menerapkan 5M, yakni memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan membatasi
    mobilitas, mengonsumsi makanan bergizi seimbang dan asupan yang lebih sehat penting untuk dilakukan sebagai pertahanan dasar untuk memperkuat daya tahan tubuh dari dalam.

    Ahli Gizi Rita Ramayulis menjelaskan setidaknya ada tiga masalah kesehatan yang kerap ditemui pada anak, khususnya di usia sekolah dasar, di masa pandemi COVID-19.

    "Pertama, rendahnya paparan sinar matahari sehingga anak rentan defisiensi vitamin D3. Kedua, kurang gerak sehingga berisiko kelebihan berat badan," kata ketua Indonesia Sport Nutricionist Association (ISNA) tersebut.

    Masalah lain adalah konsumsi jajanan minim protein, vitamin, dan mineral. Kondisi itu mengkhawatirkan mengingat defisiensi protein dan vitamin D3 menjadi salah satu penyebab imunitas turun sehingga anak mudah terpapar virus berbahaya.

    Selain dengan mengonsumsi gizi seimbang, aktif bergerak, dan mendapatkan paparan sinar matahari, pemilihan asupan tambahan atau jajanan yang kaya protein dan vitamin D menjadi solusi yang penting dilakukan.

    "Sebagai salah satu sumber asupan yang kaya protein dan sumber vitamin D, susu memberikan manfaat yang dibutuhkan tubuh anak untuk dapat bertahan dalam situasi pandemi seperti saat ini," katanya.

    Bagi orang tua yang khawatir terkait produk-produk dengan kandungan gula, garam, dan lemak yang biasa dijual di pasaran, Rita mengatakan sebaiknya orang tua lebih jeli membaca label pada kemasan produk.

    "Kehadiran produk dengan kandungan gula, garam, dan lemak yang aman dan telah mendapatkan label pilihan lebih sehat dapat memudahkan orang tua dan anak dalam memilih asupan atau jajanan yang lebih baik," jelasnya.

    Terkait perlindungan kesehatan pada anak, penerapan protokol kesehatan yang ketat, dan mengonsumsi pilihan lebih sehat adalah keharusan. Ia juga mengimbau orang tua memberikan edukasi pada anak tentang cara memilih jenis asupan yang baik bagi tubuh, dimulai dari memperhatikan logo dan informasi gizi yang tertera pada kemasan.

    #CuciTangan #JagaJarak #PakaiMasker #DiamdiRumah

    Baca juga: Kaya akan Serat, Ini 5 Buah yang Dapat Mengatasi Sembelit


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.