Taklukkan Asam Urat dengan Kayu Secang, Bukan Sekadar Minuman Herbal Biasa

Reporter:
Editor:

S. Dian Andryanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Chef Bambang menjelaskan bahan-bahan untuk membuat wedang uwuh dan bir pletok. Rempah-rempah seperti kapulaga, pala, kayu manis, sereh, sampai serat kayu secang direbus hingga airnya berwarna ungu kemerahan layaknya red wine (TEMPO / ARTIKA FARMITA)

    Chef Bambang menjelaskan bahan-bahan untuk membuat wedang uwuh dan bir pletok. Rempah-rempah seperti kapulaga, pala, kayu manis, sereh, sampai serat kayu secang direbus hingga airnya berwarna ungu kemerahan layaknya red wine (TEMPO / ARTIKA FARMITA)

    TEMPO.CO, Jakarta - Kayu secang dikenal secara luas oleh masyarakat Indonesia sebagai salah satu obat tradisional. Tanaman yang kerap dikonsumsi sebagai teh herbal atau jamu ini tidak hanya dapat menghangatkan tubuh, tetapi juga memiliki banyak manfaat bagi kesehatan.

    Tanaman yang memiliki nama latin Caesalpinia Sappan ini sudah lama diolah sebagai bahan minuman herbal yang dicampur aneka rempah atau dikenal dengan sebutan wedang uwuh. Sebelum dikonsumsi, batang kayu secang terlebih dahulu diserut dan dijemur agar dapat digunakan sebagai bahan minuman. Dikutip dari majalah HortusMed Edisi pertama, berikut adalah sejumlah manfaat secang untuk kesehatan.

    1. Mengatasi infeksi kulit

    Ekstrak serutan kayu secang dianggap dapat mengatasi infeksi kulit karena telah terbukti dapat menghambat pertumbuhan beberapa bakteri, termasuk bakteri Staphylococcus aereus seperti bisul, selulitis, hingga Staphylococcus scalded skin syundrome (SSSS).

    2. Meredakan radang tenggorokan

    Ekstrak serutan kayu secang dianggap dapat mengatasi radang tenggorokan karena telah terbukti dapat menghambat pertumbuhan bakteri Strepcococus alpha. Bakteri ini dapat hidup di tenggorokan dan dapat menimbulkan demam, sulit menelan, mual, kehilangan selera makan dan lain sebagainya.

    3. Mengatasi demam scarlet

    Gejala demam scarlet yang khas adalah timbul ruam berwarna merah atau merah muda di hampir seluruh tubuh. Ruam yang muncul terlihat seperti luka bakar akibat sinar matahari dan terasa kasar. Ruam biasanya berawal dari bagian dada dan perut, kemudian menyebar ke seluruh bagian tubuh. Bakteri yang dapat menimbulkan demam ini bisa diatasi dengan mengkonsumsi rebusan kayu secang.

    4. Mengatasi diare, mual dan muntah

    Secang dapat dimanfaatkan untuk mengatasi diare, mual, dan muntah yang disebabkan oleh infeksi bakteri Escherichia coli (E. coli). Hal ini dikarenakan, ekstrak serutan kayu secang telah terbukti dapat menghambat pertumbuhan bakteri tersebut.

    5. Pereda nyeri

    Penelitian efek analgetik (pereda nyeri) infusa kulit kayu secang pada hewan menunjukkan efek yang setara dengan asetosal. Yaitu dapat meredakan nyeri.

    6. Mengobati asam urat

    Pada penelitian efek analgetik infusa kulit kayu secang, juga ditemukan bahwa secang dapat menurunkan kadar asam urat pada tikus yang memiliki kadar asam urat tinggi.

    7. Menjaga kesehatan organ hati

    Ekstrak air kayu secang juga memperlihatkan efek perbaikan sel hati. Selain khasiat yang banyak, keamanan dari ekstrak kayu secang juga sudah terbukti. Tapi, penggunaan kayu secang sebaiknya tidak untuk ibu hamil dan pasien yang mengkonsumsi obat yang dapat menghambat pembekuan darah.

    Berbagai manfaat kayu secang ini berasal dari tanin, brasilin, flavonoid, alkaloid, dan minyak atsiri. Untuk bisa merasakan manfaat kayu secang, gunakan air rebusannya untuk membasuh atau bisa dijadikan weminuman herbal.

    WINDA OKTAVIA

    Baca: Mahasiswa Temukan Anti-Oksidan dari Ekstrak Kayu Secang

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.