Penyebab Bibir Pecah-pecah Salah Satunya Konsumsi Vitamin A Berlebih

Reporter:
Editor:

S. Dian Andryanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi bibir kering dan pecah-pecah. Shutterstock.com

    Ilustrasi bibir kering dan pecah-pecah. Shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Bibir pecah-pecah dan mulut kering merupakan hal umum yang dapat dirasakan oleh manusia. Biasanya penyebabnya dari faktor cuaca, menjilati bibir secara berlebihan obat-obatan tertentu.

    Dari artikel medis ulasan Christine Frank, seorang dokter gigi umum lulusan dari Loyola University School of Dentistry di Chicago, Illinois menyebuitkan gejala yang biasanya muncul saat bibir pecah-pecah, bibir terasa kering, retak, bengkak, bahkan bisa terluka dan berdarah.

    Dilansir dari Healthline, kurangnya kelembapan dapat memperburuk bibir pecah-pecah, baik disebabkan oleh faktor cuaca atau kurangnya perawatan. Saat terkena udara yang sangat dingin atau sangat panas akan memperburuk hal tersebut.Penyebab umum lain dari bibir pecah-pecah adalah kebiasaan menjilat bibir. Air liur dari lidah dapat menghilangkan kelembaban bibir, menyebabkan bibir lebih kering.

    Bibir pecah-pecah juga disebabkan oleh konsumsi obat-obatan tertentu atau masalah penuaan atau akibat terapi radiasi untuk kanker untuk mulut kering. Obat yang dapat menyebabkan bibir pecah-pecah di antaranya vitamin A, retinoid (Retin-A, Differin), lithium (umumnya digunakan untuk mengobati gangguan bipolar),d an obat kemoterapi. Selain itu dehidrasi dan kekurangan cairan juga dapat menjadi penyebabnya.

    Apabila keadaan bibir pecah semakin parah, dapat memungkinkan terjadi cheilitis. Kondisi ini ditandai dengan kulit pecah-pecah di sudut mulut dan beberapa retakan di bibir. Cheilitis sering dikaitkan dengan infeksi dan penyakit inflamasi, seperti penyakit Crohn. Trauma gigi dan produksi air liur yang berlebihan juga dapat memperparah bibir pecah-pecah menjadi cheilitis. Bakteri dapat masuk melalui celah dan menyebabkan infeksi. Orang dewasa dan anak-anak yang memiliki kawat gigi ortodontik, memakai gigi palsu, atau menggunakan dot, rentan terkena cheilitis.

    Selain cheilitis, bibir pecah-pecah dan mulut kering mengindikasikan terjadinya dehidrasi dan malnutrisi. Selain bibir pecah-pecah dan mulut kering seseorang yang menderita dehidrasi memungkinkan untuk mengalami tekanan darah rendah, demam, pernapasan cepat, atau detak jantung yang cepat. Malnutrisi dapat disebabkan oleh kekurangan vitamin, sehingga mereka yang menjalani diet terbatas dan penurunan napsu makan pada orang yang sudah tua. 

    Bibir pecah-pecah biasanya dapat diobati di rumah. Langkah pertama adalah memastikan bahwa bibir Anda memiliki kelembapan yang cukup. Langkah-langkah yang dapat dilakukan antara lain, menggunakan lip balm atau pelembap bibir setiap hari, banyak minum air dan menggunakan pelembab udara di rumah. Saat keluar rumah gunakan sunscreen yang mengandung minimal 15 SPF karena paparan matahari juga dapat menyebabkan bibir pecah-pecah. Lip balm melembabkan bibir dan sunscreen meminimalkan efek pengeringan lebih lanjut.

    TATA FERLIANA

    Baca: Jangan Dibasahi, Begini Cara Mengatasi Bibir Pecah-pecah


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kue Bulan dalam Festival Tengah Musim Gugur atau Mooncake Festival

    Festival Tengah Musim Gugur disebut juga sebagai Festival Kue Bulan atau Mooncake Festival. Simak lima fakta unik tentang kue bulan...