Pesan Kak Seto Buat Orang Tua Saat Pandemi: Jangan Baper dan Suka Mengeluh

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi anak dan orang tua melakukan kegiatan seru. Freepik.com/Jcomp

    Ilustrasi anak dan orang tua melakukan kegiatan seru. Freepik.com/Jcomp

    TEMPO.CO, Jakarta - Psikolog Seto Mulyadi mengingatkan agar orang tua tetap memberikan contoh terbaik kepada anak di tengah tekanan hidup selama pandemi Covid-19. Kak Seto mengatakan beberapa nilai atau ilmu kehidupan tersebut penting sebagai bekal anak di masa depan. Dan lebih baik saat mereka mendapatkan pemahaman dan contoh konkret dari orang tuanya.

    "Ajarkan anak untuk selalu berpikir positif dan selalu penuh rasa syukur," kata Kak Seto seperti dikutip dari Antara, Senin 26 Juli 2021. Cara orang tua mencerminkan rasa syukur dan berpikir positif itu, menurut dia, dengan tidak baper atau selalu bawa perasaan alias terlalu sensitif dan mudah mengeluh.

    Pandemi Covid-19 bisa menjadi momentum yang tepat bagi orang tua untuk mengenalkan ilmu kehidupan kepada anak-anak. Anak bisa lebih dekat dengan orang tua, saling memahami karakter masing-masing, mengerti kondisi lingkungan di mana ada orang sakit yang membutuhkan bantuan, saling mengingatkan protokol kesehatan demi keselamatan bersama, dan lainnya.

    "Kita harus menyadari pada dasarnya semua anak senang belajar," kata Kak Seto. Dengan begitu, dia melanjutkan, janganlah membatasi makna belajar seolah hanya berkutat pada pelajaran di sekolah dan menghafalkan materinya. "Pelajaran kehidupan jauh lebih penting."

    Pandemi Covid-19 bisa menumbuhkan rasa kepedulian anak terhadap orang-orang di sekitarnya. "Ayo saling peduli. Kita sudah terkenal dengan gotong royong dan RT itu singkatan dari Rukun Tetangga. RW adalah Rukun Warga. Mari kita betul-betul rukun dengan menunjukkan kepedulian di masa pandemi yang masih berkepanjangan ini," kata Kak Seto yang juga Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia.

    Selama berada di rumah, orang tua juga dapat mengajarkan nilai-nilai kerja sama kepada anak, misalkan dengan membereskan rumah, membantu memasak, bercocok tanam, dan lainnya. "Cobalah orang tua memposisikan diri sebagai teman anak, bukan sebagai bos atau komandan," kata Kak Seto.

    Orang tua yang mampu memposisikan diri sebagai teman anak ini penting karena selama pandemi anak rindu bermain dengan teman-temannya. Apabila anak berhasil mengerjakan tugas, Kak Seto melanjutkan, orang tua jangan segan mengapresiasi kemampuan anak. Cara ini akan membuat anak bangga menjadi diri sendiri.

    Baca juga:
    Awas, Orang Tua Rentan Parental Burnout di Masa Pandemi Covid-19


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kue Bulan dalam Festival Tengah Musim Gugur atau Mooncake Festival

    Festival Tengah Musim Gugur disebut juga sebagai Festival Kue Bulan atau Mooncake Festival. Simak lima fakta unik tentang kue bulan...