Manfaat Sterilisasi Bagi Kucing dan Lingkungan

Reporter:
Editor:

Ahmad Faiz Ibnu Sani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kucing liar terlihat di jalan pejalan kaki di kota tua Nicosia, Siprus, 15 April 2020. [REUTERS/Yiannis Kourtoglou]

    Kucing liar terlihat di jalan pejalan kaki di kota tua Nicosia, Siprus, 15 April 2020. [REUTERS/Yiannis Kourtoglou]

    TEMPO.CO, Jakarta - Kucing adalah hewan peliharaan yang populer di masyarakat. Sebagai hewan yang mudah berkembang biak, pemilik kucing disarankan untuk melakukan sterilisasi agar kucing tidak beranak terus-menerus yang nanti akan merepotkan si pemilik kucing.

    Sterilisasi kucing merupakan solusi paling efektif untuk masalah ini. Sterilisasi kucing adalah pengambilan organ reproduksi dengan jalan operasi untuk mencegah hewan berkembang biak.

    Namun, masih banyak pemilik kucing yang mengabaikan sterilisasi untuk kucing. Sebagian orang beranggapan bahwa tindakan ini mencampuri hukum alam atau menyiksa kucing. Padahal ada banyak manfaat sterilisasi bagi kucing peliharaan dan lingkungan. Salah satunya untuk mencegah overpopulasi yang berpotensi membuat hewan berbulu ini terbuang dan terlantar.

    Melansir dari laman Animal League dan sumber lainnya, berikut ini adalah manfaat dari sterilisasi kucing:

     

    Mencegah penyakit

    Bagi kucing jantan, sterilisasi dapat menurunkan risiko terkena kanker prostat dan kanker testis. Selain itu, kucing jantan akan terhindar dari cedera yang biasanya terjadi ketika bertengkar dengan kucing lain saat birahi.

    Kucing juga dapat terhindar dari penyakit leukemia kucing dan AIDS kucing.

    Bagi kucing betina, sterilisasi dapat menurunkan risiko tumor, mencegah infek, dan menghindari komplikasi saat melahirkan.

     

    Lingkungan rumah menjadi lebih bersih

    Biasanya kucing jantan akan sengaja menyebarkan urine pada permukaan vertikal untuk menandai wilayahnya. Selain sebagai penanda wilayah, hal ini juga bertujuan untuk memberi tahu kucing betina lain bahwa kucing jantan siap untuk kawin.

    Kucing betina juga mengeluarkan cairan tubuh ketika ingin kawin. Cairan ini menimbulkan bau yang bertujuan untuk mengingatkan kucing jantan bahwa ada betina subur di daerah sekitar.

    Hal tersebut akan membuat rumah jadi bau pesing dan kurang nyaman. Dengan melakukan sterilisasi, kucing akan mengurangi keinginan untuk spraying. Alhasil, rumah tidak akan bau pesing.

     

    Kucing akan berperilaku lebih baik

    Sterilisasi akan membuat kucing berperilaku lebih baik. Sebab, sterilisasi kucing akan mengurangi keinginannya untuk kabur mencari pasangan, berkelahi dengan kucing lain, berisik saat kawin, spraying dan mengurangi risiko tertular penyakit.

    Mencegah overpopulasi kucing

    Jika tidak disterilisasi, kemungkinan kucing akan terus kawin dan berkembang biak. Tidak sedikit pemilik yang merasa kerepotan mengurus banyak kucing memilih membuangnya di jalan.

    Overpopulasi kucing merupakan masalah yang dihadapi oleh banyak negara. Sehingga beberapa negara terpaksa memusnahkan kucing liar atau mengabaikan penderitaan kucing di jalan.

     

    Berdampak baik bagi komunitas

    Manfaat dari sterilisasi kucing akan dirasakan oleh komunitas sekitar. Dengan adanya sterilisasi kucing, populasi kucing akan lebih terkendali dan jumlah kucing liar bisa diminimalisir.

    Gangguan publik akibat hewan liar, seperti berisik, lingkungan kotor, dan barang-barang yang rusak pun dapat dikurangi.

    M. RIZQI AKBAR

    Baca juga:

    Aplikasi Smartphone ini Bisa Mengetahui Apakah Kucing Bahagia atau Tidak


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.