Masih Belum Bisa Bedakan Ikan Mas dan Ikan Mujair?

Reporter:
Editor:

S. Dian Andryanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga menunjukan ikan mujair yang berhasil dijaring dari kolam instalasi pengolah limbah Bojongsoang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, 27 September 2015. TEMPO/Prima Mulia

    Warga menunjukan ikan mujair yang berhasil dijaring dari kolam instalasi pengolah limbah Bojongsoang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, 27 September 2015. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Jakarta - Ikan mas dan ikan mujair merupakan dua ikan yang familiar namanya di pasaran. Ternyata, masih ada orang yang tidak bisa membedakan antara ikan mas dan ikan mujair. Lantas apa saja kah yang membedakan keduanya?

    Melansir dari Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu, dan Keamanan Hasil Perikananan Kementrian Kelautan dan Perikanan, terdapat karakteristik yang ada di dalam ikan mas. Ikan mas atau yang biasa disebut cyprinus carpio merupakan ikan konsumsi yang telah dibudidayakan dan juga populer sebagai ikan hias.

    Ikan jenis ini dapat tumbuh hingga mencapai panjang 120 cm dengan berat mencapai 60 kg. Ikan mas memiliki ciri-ciri mata yang kecil, bibir tebal, dua sungut di sudut mulut dan sisik yang besar. Warna ikan mas sangat bervariasi di antaranya adalah hijau zaitun, perak keemasan dan kuning. 

    Ikan ini memiliki ciri-ciri khusus seperti mata yang kecil, bibir tebal, dua sungut di sudut mulut dan sisik yang besar. Warna ikan mas sangat bervariasi diantaranya adalah hijau zaitun, perak keemasan dan kuning. Biasanya ditemukan di perairan tawar seperti sungai, kolam, danau, dan perairan lain yang berlumpur.

    Selain itu, dilansir dari Hewanpedia, ikan mujair biasanya hidup di sawah atau sungai-sungai kecil. Bisanya ikan ini dipelihara sebagai salah satu pendapatan nelayan di daerah dataran rendah.

    Namun saat ini, mujair juga sudah banyak dipelihara sebagai ikan hias. Mujair yang sering dipelihara sebagai ikan hias adalah ikan mujair dengan warna hitam. Ikan mujair merupakan ikan yang ditemukan di perairan Afrika dan di Indonesia oleh Pak Mujair di muara Sungai Serang pantai selatan Blitar, Jawa Timur pada 1939.

    Mujair merupakan ikan yang hanya bisa tumbuh dengan panjang badan hingga 40 cm. Mujair biasanya memiliki ciri memiliki 15-17 duri (tajam) pada sisirp punggung dan 10-13 jari-jari (duri berujung lunak); dan sirip dubur (anal) dengan 3 duri dan 9-12 jari-jari. Ukuran panjang sirip mencapai 0,5-1 cm bahkan lebih tergantung dengan pertumbuhan bobot dan panjangnya. Selain itu, Ikan mujair biasanya telihat panjang kecil jika dibandingakan dengan ikan Nila.

    Jika dilihat dari bentuk sisiknya maka sisik ikan mujair berwarna kecokelatan, hitam dan agak abu-abu. Pada bagian kepala, memiliki bentuk seperti kerucut dan mirip dengan kerabatnya yaitu ikan nila. Bagian mata ikan mujair memiliki warna merah, agak kehitaman dan juga ada yang berwarna kecoklatan. Mata ikan mujair sama dengan ikan lainnya yaitu memiliki bentuk bulat, dan bagian tengah terdapat bundaran hitam.

    Selain itu, ikan mujair memiliki ekor berbentuk timbul dan persegi, warnanya tidak berbeda dengan warna siripnya, dan juga disokong beberapa tulang. Selain itu, ikan ini memiliki sirip di bagian perutnya berwarna sama dengan ekor, tetapi lebih pendek.

    VALMAI ALZENA KARLA 

    Baca: Ikan Mas Disantap di Indonesia, Dianggap Hama di Australia

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kue Bulan dalam Festival Tengah Musim Gugur atau Mooncake Festival

    Festival Tengah Musim Gugur disebut juga sebagai Festival Kue Bulan atau Mooncake Festival. Simak lima fakta unik tentang kue bulan...