Ifan Seventeen dan Monica Ikuti Program Bayi Tabung, Bagaimana Prosesnya?

Reporter:
Editor:

S. Dian Andryanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ifan Seventeen menikah dengan Citra Monica dengan menggelar akad nikah di Hotel Pullman, Jakarta Barat,  Sabtu, 29 Mei 2021. Ifan Seventeen mengenakan baju adat Melayu berwarna putih senada dengan kebaya modern Citra Monica. Instagram/@weddingsfactory

    Ifan Seventeen menikah dengan Citra Monica dengan menggelar akad nikah di Hotel Pullman, Jakarta Barat, Sabtu, 29 Mei 2021. Ifan Seventeen mengenakan baju adat Melayu berwarna putih senada dengan kebaya modern Citra Monica. Instagram/@weddingsfactory

    TEMPO.CO, Jakarta - Banyak pasangan memutuskan mengikuti program bayi tabung saat tak kunjung mendapat keturunan. Salah satunya pasangan selebriti, Ifan Seventeen dan istrinya Citra Monica yang diketahui sejak awal pernikahan sudah mengikuti program bayi tabung.

    Namun, beberapa hari lalu, Ifan Seventeen dan Monica mengabarkan bahwa program bayi tabung yang sudah dijalani harus gagal di tengah jalan, karena embrio yang ditanam mengalami kelainan, dan dinyatakan aneuploid. Sering mendengar program medis ini, sudahkah Anda tahu apa itu program bayi tabung?

    Program bayi tabung adalah Teknik Reproduksi Berbantu (TRB) atau teknik rekayasa reproduksi yang mempertemukan sel telur matang dengan sperma di luar tubuh manusia (in vitro fertilization atau IVF). Setelah terjadinya pembuahan, dua sampai tiga embrio akan ditanam kembali ke rahim.

    Dilansir mediakom.kemkes.go.id, program bayi tabung memiliki beberapa tahapan, yakni pemeriksaan awal suami istri, penyuntikan obat pembesar sel telur, penyuntikan obat penekan hormon, pengambilan sel telur, pembuahan, pengembangan embrio, penanaman embrio ke Rahim, dan menunggu hasil.

    Keberhasilan bayi tabung sangat dipengaruhi usia wanita, semakin muda usianya semakin besar kemungkinan berhasil. Skala keberhasilan bayi tabung kurang lebih 40 sampai 50 persen pada usia pasien perempuan di bawah 35 tahun.

    Data perhimpunan bayi tabung Indonesia mengatakan, keberhasilan program bayi tabung secara umum mencapai 29,4 persen, di mana satu dari tiga pasangan bayi tabung dinyatakan hamil. Untuk kasus kegagalan bayi tabung berulang, keguguran berulang, dan faktor usia wanita di atas 35 tahun, akan digunakan teknologi PGS untuk mendeteksi jumlah kromosom pada embrio.

    Embrio yang memiliki kelainan jumlah (kelebihan maupun kekurangan) kromosom dapat memicu terjadinya kegagalan penempelan pada dinding rahim (implantasi), keguguran atau bayi lahir cacat mental atau fisik.

    Calon orang tua biasanya menjalani program bayi tabung akibat faktor sperma derajat berat (< 5 juta/ml), adanya sumbatan pada kedua saluran telur, endometriosis derajat sedang sampai berat, gangguan ovulasi gagal atau tidak respons terhadap pemberian obat-obatan penyubur, serta infertilitas yang tidak diketahui penyebabnya.

    Program bayi tabung juga jadi pilihan calon orang tua setelah inseminasi gagal menghasilkan kehamilan dan gagal program hamil alamiah. Tapi, dalam kasus-kasus tertentu, seperti tersumbatnya kedua saluran telur dan faktor sperma derajat berat, program bayi tabung bisa langsung dilakukan.

    DELFI ANA HARAHAP

    Baca: Program Bayi Tabung Tingkat Keberhasilan Dipengaruhi Usia Calon Ibu


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kue Bulan dalam Festival Tengah Musim Gugur atau Mooncake Festival

    Festival Tengah Musim Gugur disebut juga sebagai Festival Kue Bulan atau Mooncake Festival. Simak lima fakta unik tentang kue bulan...