Cegah Kanker dengan Pola Makan dan Gaya Hidup Sehat

Reporter

Ilustrasi kanker (pixabay.com)

TEMPO.CO, Jakarta - Menerapkan pola hidup sehat bisa mencegah kasus kanker yang merupakan penyakit tidak menular. Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM) Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, dr. Cut Putri Arianie, menyebutkan gaya hidup dan pola makan yang tidak sehat masih menjadi pemicu utama kanker di Indonesia.

Berkaca dari hal tersebut maka Kementerian Kesehatan terus berupaya menggencarkan promosi kesehatan tentang cara-cara pencegahan kepada masyarakat sehingga angka kasus kanker di Indonesia tidak terus bertambah banyak.

“Didasari dengan prinsip-prinsip hidup sehat kita bisa mencegah terjadinya kasus baru," kata Cut. "Ini perlu ditekankan karena gaya hidup dan pola makan yang tidak sehat masih menjadi faktor risiko yang menambah tinggi angka kasus kanker."

Gaya hidup yang menjadi pemicu kasus kanker adalah merokok, minum alkohol, hingga kurang melakukan aktivitas fisik. Sementara untuk pola makan yang tidak sehat seperti berlebih mengonsumsi makanan dan minuman yang mengandung banyak gula, garam, dan lemak. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk bisa menaati aturan diet sehat seimbang yang menjadi pedoman dari Kementerian Kesehatan dengan mengisi piring menggunakan skema 1/4 bagian untuk karbohidrat, 1/4 bagian untuk protein, dan 1/2 bagian untuk sayur-sayuran dan buah.

Selain mengimbau masyarakat agar bisa hidup dengan gaya hidup dan pola makan yang sehat, beberapa kegiatan yang digalakkan oleh Kementerian Kesehatan untuk mencegah peningkatan kasus kanker di Indonesia di antaranya mengkampanyekan kegiatan deteksi dini, memberikan perlindungan khusus, dan menyediakan pengobatan di fasilitas- fasilitas kesehatan dengan standar yang terus diperbaiki dari waktu ke waktu.

Untuk kegiatan deteksi dini, Kemenkes kerap kali membagikan langkah-langkah deteksi dini berbagai macam kanker lewat komunitas atau pun webinar-webinar sehingga masyarakat bisa menangani permasalahan kanker yang dihadapi sedini mungkin. Sementara untuk perlindungan khusus dilakukan dengan pemberian imunisasi HPV (human papilomavirus) untuk anak-anak berusia 9-14 tahun.

Sebelumnya, imunisasi HPV itu awalnya hanya ada di enam lokasi di Indonesia. Namun, menurut Cut, saat ini di bawah Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin imunisasi itu sudah disetujui agar bisa didistribusikan ke seluruh Indonesia, menunggu anggaran untuk tahun depan.

Lalu untuk pengobatan, Kemenkes memastikan agar fasilitas-fasilitas kesehatan di Indonesia mendapatkan peningkatan sehingga bisa tetap melayani pasien-pasien kanker dari segala kalangan untuk mendapat akses pengobatan yang baik dan maksimal. Ia pun mengajak masyarakat menerapkan gaya hidup dan pola makan yang sehat agar bisa berkontribusi aktif mengurangi kasus kanker yang ada di Indonesia.

“Kita tahu kesehatan itu bukan segalanya tapi dari pandemi kita belajar tanpa kesehatan segala-galanya tidak ada artinya. Jadi kita mendorong pembangunan berdasarkan kesehatan bisa dimulai masyarakat dengan mengedepankan perilaku hidup sehat,” tuturnya.

Baca juga: Yang Perlu Dilakukan Pasien Kanker Paru kala Pandemi Covid-19






3 Penyebab Maag, Bakteri hingga tak Teratur Pola Makan

2 jam lalu

3 Penyebab Maag, Bakteri hingga tak Teratur Pola Makan

Maag rentan berakibat terasa sensasi panas di perut bagian tengah


Pentingnya Edukasi Pola Makan degan Gizi Seimbang

10 jam lalu

Pentingnya Edukasi Pola Makan degan Gizi Seimbang

Penguatan edukasi mengenai pentingnya pola makan dengan gizi seimbang harus terus dioptimalkan untuk mencegah stunting.


Mau Diet Vegarian? Ini Deretan Makanan Tidak Boleh Dikonsumsi Vegetarian

12 jam lalu

Mau Diet Vegarian? Ini Deretan Makanan Tidak Boleh Dikonsumsi Vegetarian

Berdasarkan pantangannya, pola makan vegetarian dapat dibedakan berdasarkan jenis vegetarian.


Pentingnya Deteksi Dini Kanker Serviks meski Tak Ada Keluhan

12 jam lalu

Pentingnya Deteksi Dini Kanker Serviks meski Tak Ada Keluhan

Kemenkes mengingatkan jangan enggan memeriksakan atau melakukan deteksi dini kanker serviks demi menekan angka kematian akibat penyakit itu.


Cegah Penyakit Tidak Menular dengan Cara CERDIK

12 jam lalu

Cegah Penyakit Tidak Menular dengan Cara CERDIK

Dokter mengingatkan pentingnya pola hidup CERDIK untuk menekan prevalensi penyakit tidak menular. Apa itu?


Bamsoet Dukung Kemenkes Bangun Sistem Penerbitan SIP Dokter

13 jam lalu

Bamsoet Dukung Kemenkes Bangun Sistem Penerbitan SIP Dokter

Proses pemberian Surat Izin Praktik dokter saat ini kerap dimanfaatkan sejumlah oknum.


Kemenkes Buka Rekrutmen Tenaga Pembantu Kesehatan Haji 1444 H, Simak Persyaratannya

18 jam lalu

Kemenkes Buka Rekrutmen Tenaga Pembantu Kesehatan Haji 1444 H, Simak Persyaratannya

Kemenkes membuka pendaftaran Tenaga Pendukung Kesehatan (TPK) untuk pelaksanaan ibadah haji 1444 H/2023 M.


Lemonilo Rilis Varian Baru, Mi Instan Konjaqu yang Bebas Gluten

1 hari lalu

Lemonilo Rilis Varian Baru, Mi Instan Konjaqu yang Bebas Gluten

Lemonilo merilis Konjaqu Mi Instan Konjak Rasa Mi Goreng. Mi ini diklaim bebas gluten dan tanpa pengawet.


3 Kekurangan Nutrisi Inti Paling Sering Terjadi

2 hari lalu

3 Kekurangan Nutrisi Inti Paling Sering Terjadi

Menurut pakar kesehatan ada beberapa kekurangan nutrisi yang sangat umum yang perlu diperhatikan


Kementerian Kesehatan Persiapkan Vaksinasi Covid-19 untuk Bayi dan Balita

2 hari lalu

Kementerian Kesehatan Persiapkan Vaksinasi Covid-19 untuk Bayi dan Balita

Kementerian Kesehatan akan melakukan upaya sosialisasi vaksinasi Covid-19 untuk balita kepada masyarakat.