PPKM Diperpanjang, Trik Makan Cepat di Warung dari Sandiaga Uno

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pelanggan saat menyantap makanannya di Warung Tegal (Warteg) Ellya yang menerapkan protokol kesehatan di Cilandak Timur, Jakarta, Senin, 20 Juli 2020. Setelah dimulainya penerapan PSBB Transisi, Warteg Ellya telah melakukan penerapan protokol kesehatan sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Pelanggan saat menyantap makanannya di Warung Tegal (Warteg) Ellya yang menerapkan protokol kesehatan di Cilandak Timur, Jakarta, Senin, 20 Juli 2020. Setelah dimulainya penerapan PSBB Transisi, Warteg Ellya telah melakukan penerapan protokol kesehatan sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) diperpanjang lagi hingga 9 Agustus 2021. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno menyarankan para pelaku usaha di bidang makanan berinovasi untuk menyajikan hidangan lebih cepat terkait aturan alokasi waktu makan 20 menit bagi konsumen makan di tempat.

    "Pelaku ekonomi kreatif harus sedikit menyesuaikan dari persiapan produk, kalau di level usaha mikro dan kecil, bisa lebih banyak pakai konsep setengah jadi," kata Sandiaga.

    Alokasi waktu yang diberikan untuk konsumen agar disiplin dan tidak berlama-lama di warung makan menjadi tantangan bagi pemilik usaha agar bisa serbacepat dalam menyajikan hidangan. Pelaku usaha harus memikirkan strategi agar bisa menghidangkan pesanan konsumen secepat mungkin sehingga pelanggan pun bisa makan tanpa terburu-buru.

    Dia menjelaskan pelaku usaha kecil dan mikro di bidang kuliner bisa menyiapkan makanan setengah jadi sehingga proses penyajian kepada konsumen bisa lebih cepat.

    "Bisa disiapkan seperti tinggal tuang kuah atau tinggal disajikan di piring," ujarnya.

    Sementara itu, untuk pelaku usaha bidang makanan kategori menengah atau restoran berskala besar, Sandiaga menyebut konsep dapur sentral atau dapur awan (cloud kitchen) bisa menjadi solusi. Konsumen diizinkan makan di warung makan, pedagang kaki lima, dan lapak jajanan dalam alokasi waktu makan 20 menit selama PPKM dan ia mengatakan ini merupakan solusi untuk penjual dan konsumen.

    "Saya coba lihat bagaimana relawan mencoba makan 20 menit, memang penuh tantangan tapi ini adaptasi win-win solution di mana pelaku ekonomi kreatif masih bisa buka dengan pembatasan dari segi makan di tempat," jelasnya.

    Dia menambahkan, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif bertugas untuk memberikan fasilitasi agar tercipta solusi untuk kedua pihak, di mana pengusaha makanan bisa tetap beroperasi walau dibatasi tanpa menghalangi penanganan pandemi COVID-19 yang tetap jadi prioritas.

    "Sehingga harapan kita perputaran ekonomi tidak mengganggu penanganan pandemi," katanya.

    Baca juga: Atasi Stres di Masa PPKM Darurat, Lakukan 4 Hal Ini


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.