Tips Menjaga Kesehatan Telinga

Reporter:
Editor:

Ahmad Faiz Ibnu Sani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi wanita dengan gangguan telinga. shutterstock.com

    Ilustrasi wanita dengan gangguan telinga. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 2018 menyebutkan bahwa 6,1 persen dari populasi dunia mengalami gangguan pendengaran. Banyak faktor yang menyebabkannya, antara lain terlalu lama mendengar kebisingan, gangguan sejak lahir, proses penuaan, dan terdapat benda asing yang masuk ke telinga.

    WHO memperkirakan tingginya penderita gangguan pendengaran dapat memberi dampak pada perekonomian. Negara bisa rugi hingga US$750 miliar per tahun. Oleh karena itu, menjadi penting untuk menjaga kesehatan telinga supaya terhindar dari gangguan pendengaran.

    Mengutip laman Direktorat Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Kemenkes, promkes.kemkes.go.id, Selasa, 3 Agustus 2021, berikut ini adalah langkah untuk menjaga kesehatan telinga dan pendengaran.

    1. Memperhatikan kebersihan liang telinga.
    2. Tidak minum obat dalam jangka panjang tanpa konsultasi dengan dokter.
    3. Hindari suara yang bising.
    4. Hindari meminum obat sembarangan.
    5. Hindari membersihkan telinga dengan benda keras, seperti batang bulu ayam, batang rumput, atau batang korek api.
    6. Bagi balita disarankan untuk tidak meminum susu botol sebelum bayi berumur satu tahun. Hal ini bermaksud untuk mengurangi infeksi saluran nafas. Selain itu, hal ini akan membuat saluran Tuba Eustachius terlatih dan berfungsi dengan baik.
    7. Bagi ibu hamil dapat melakukan pemeriksaan teratur dan segera berobat apabila terdapat demam yang disertai ruam merah pada tubuh. Jangan minum jamu atau obat tanpa anjuran dari tenaga medis atau dokter.

    Pelaksana tugas Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit  Kementerian Kesehatan Maxi Rein Rondonuwu mengatakan telinga yang tidak dirawat dengan baik bisa mengakibatkan ketulian. Dampak yang dirasakan tidak hanya bagi penderita tapi bisa skala nasional. “Jika sudah terdampak pada perkembangan manusia, terdapat kerentanan untuk pada kualitas manusia yang akan rendah dan daya saing yang akan menurun di pangsa pasar,” kata Maxi dikutip dari laman resmi Kementerian Kesehatan, Kamis, 9 Juli 2021.

    EIBEN HEIZIER

    Baca juga:

    Tips Mengatasi Telinga Kemasukan Serangga


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.