Kebingungan pada Penyintas Covid-19, Ini Sebabnya

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi stres/bingung. Shutterstock.com

    Ilustrasi stres/bingung. Shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur klinik dan dokter fisik dan rehabilitasi di UW Medicine, Dr. Janna Friedly, mengatakan gejala pasca-Covid-19 yang paling umum adalah berkaitan dengan masalah ingatan dan pikiran.

    “Kami telah melihat ratusan orang dengan banyak gejala pasca-Covid-9 yang berbeda, dan di antara yang paling umum adalah masalah dengan ingatan dan pikiran,” kata Friedly, dikutip dari Everday Health.

    Friedly menambahkan orang-orang sering melaporkan mereka mengalami kebingungan dan kesulitan menemukan kata-kata yang tepat dan mengingat hal-hal yang sangat umum, seperti nama teman, lokasi yang dikenal, dan petunjuk arah mengemudi.

    Sementara, penelitian yang diterbitkan pada Kamis, 15 Juli 2021, di The Lancet melihat Covid-19 jangka panjang dan menemukan enam bulan setelah infeksi memiliki gejala yang paling umum, termasuk kelelahan, tidak enak badan setelah aktivitas, dan masalah kognitif atau kabut otak.

    “Kami juga melihat banyak orang dengan kecemasan dan depresi yang signifikan, gangguan tidur, kelelahan, dan berbagai gejala neurologis lain juga,” katanya.

    Friedly memaparkan gejala-gejala tersebut ditemukan pada orang yang hanya terpapar Covid-19 yang sangat ringan dan yang memiliki infeksi yang jauh lebih parah. Namun, masih terlalu dini untuk mengetahui faktor-faktor apa yang dapat membuat orang berisiko lebih tinggi mengalami masalah kognitif jangka pendek atau lebih lama pada penyintas Covid-19.

    “Mungkin orang yang memiliki gen tertentu yang umum memiliki risiko lebih tinggi untuk mengembangkan penyakit Alzheimer juga dapat dikaitkan dengan risiko mengembangkan disfungsi kognitif penyintas Covid-19. Kami pasti perlu melakukan penelitian tambahan untuk memastikannya. Mungkin juga ada faktor lain yang belum kami identifikasi,” jelasnya.

    Sama halnya dengan direktur Mayo Clinic Alzheimer's Disease Center, Ronald C. Peterson, yang mengatakan masih terlalu dini orang berisiko mengalami masalah kognitif terkait Covid-19.

    “Secara umum, orang yang lebih tua atau dengan masalah medis lain mungkin lebih rentan, tetapi banyak spekulasi saat ini,” jelasnya.

    Menurut Peterson, saat ini ada penelitian yang sedang berlangsung untuk orang yang telah terinfeksi Covid-19 yang mencakup berbagai jenis penilaian, termasuk pemeriksaan dasar, pemindaian PET, MRI, cairan serebrospinal atau fungsi lumbal, dan pemeriksaan darah.

    “Orang-orang ini dapat diikuti dan diuji secara berkala untuk mencari tanda-tanda perubahan otak atau fungsi otak,” jelasnya.

    Kabar baiknya, Friedly menemukan banyak pasien dengan masalah kognitif telah membaik dengan beberapa strategi rehabilitasi. Hal ini menunjukkan dampak Covid-19 pada otak bersifat sementara sampai batas tertentu.

    Baca juga: Cara Redakan Nyeri Sendi buat Penyintas COVID-19


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.