Positif Covid-19 tapi Tak Sadar, Cek Saja Gejala Berikut

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Ilustrasi batuk. health24.com

    Ilustrasi batuk. health24.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut lebih dari 190 juta orang telah terinfeksi Covid-19 sejak akhir 2019. Bahkan, Anda mungkin sudah pernah terinfeksi tanpa menyadarinya meskipun tidak mungkin untuk mengetahui dengan pasti kecuali menjalani tes swab antigen dan PCR.

    Cara yang paling mungkin untuk mengetahui Anda terpapar adalah jika memiliki gejala khas Covid-19 dan menerima tes diagnostik Covid-19 yang positif saat sakit. Tetapi, bahkan tes PCR sebagai standar bisa menunjukkan kemungkinan hasil negatif palsu, yang berarti Anda positif Covid-19 tetapi hasil tes menunjukkan negatif.

    Jika hasil tes Covid-19 tidak positif ketika sakit, lebih sulit untuk mengetahui apakah Anda menderita penyakit tersebut. Covid-19 dapat mempengaruhi berbagai bagian tubuh dan menyebabkan gejala umum yang memiliki banyak penyebab potensial. Beberapa orang dengan Covid-19 tidak menunjukkan gejala apapun.

    Tidak mungkin untuk mengetahui apakah Anda terinfeksi tanpa tes Covid-19 yang positif. Berikut beberapa tanda potensial yang menunjukkan mungkin Anda sudah terinfeksi Covid-19, dilansir Healthline.

    Mengalami gejala khas Covid-19
    Setiap orang mengalami Covid-19 secara berbeda dan gejalanya bisa sama persis dengan gejala infeksi pernapasan lain. Jika mengembangkan salah satu gejala Covid-19 yang paling umum, terutama setelah melakukan kontak dekat penderita Covid-19, itu mungkin merupakan tanda Anda juga mengidapnya.

    Gejala yang paling banyak dilaporkan menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) seperti nyeri tubuh, hidung tersumbat atau pilek, batuk, diare, kelelahan, demam atau kedinginan, sakit kepala, mual, kehilangan rasa atau bau, sesak napas atau kesulitan bernapas, sakit tenggorokan, dan muntah. Covid-19 dan flu bisa sulit dibedakan. Bersin bukanlah gejala Covid-19 dan mungkin mengindikasikan Anda pilek atau alergi. Sesak napas bukanlah gejala flu biasa tetapi merupakan salah satu gejala Covid-19 yang lebih umum.

    Mata merah atau gejala mata lain
    Covid-19 diperkirakan memasuki sel melalui reseptor untuk enzim yang disebut angiotensin converting enzyme 2 (ACE2). Virus memasuki reseptor ini dengan menipu tubuh agar mengira itu adalah enzim ACE2. Reseptor ACE2 ditemukan di berbagai bagian mata, seperti retina dan sel epitel yang melapisi mata dan kelopak. Beberapa orang dengan Covid-19 mengalami gejala seperti mata kering, merah, bengkak, keluar air mata berlebihan, hingga kotoran mata yang banyak. Gejala mata biasanya disertai dengan gejala Covid-19 yang lebih khas, tetapi mungkin muncul sendiri pada beberapa orang.

    Kehilangan indera perasa atau penciuman untuk sementara
    Orang yang terinfeksi Covid-19 seringkali dilaporkan kehilangan indera perasa atau penciuman. Biasanya, gejala ini dialami oleh yang mengalami gejala ringan hingga sedang. Beberapa orang dengan Covid-19 juga mengalami distorsi indera ini. Gejala yang mempengaruhi rasa atau bau tampaknya sering muncul sebelum gejala lain. Sebuah studi pada Agustus 2020 menemukan pada 11.054 orang dengan Covid-19, gejala yang mempengaruhi bau dan rasa muncul sebelum gejala umum, masing-masing di 64,5 dan 54 persen kasus.

    Demam terlebih dulu
    Gejala Covid-19 sering muncul dalam urutan tertentu. Dalam sebuah studi tahun 2020 yang diterbitkan oleh Universitas California Selatan menemukan influenza paling sering dimulai dengan batuk, sedangkan gejala awal Covid-19 kemungkinan besar adalah demam. Berbagai gejala awal Covid-19 telah dilaporkan dalam literatur ilmiah. Hanya karena tidak mengalami demam terlebih dulu tidak berarti Anda tidak tertular Covid-19.

    Mengalami gejala jangka panjang
    Beberapa orang yang terinfeksi Covid-19 memiliki gejala yang bertahan selama berminggu-minggu, bahkan berbulan-bulan. Dewasa muda, anak-anak, dan orang dengan penyakit ringan dapat mengalami gejala jangka panjang. Tidak jelas mengapa beberapa orang mengalami gejala jangka panjang, tetapi diperkirakan kerusakan jaringan dan peradangan jangka panjang mungkin berperan.

    Gejala yang paling sering dilaporkan seperti kelelahan kronis, kesulitan bernapas, kabut otak atau gangguan kognitif, nyeri dada atau sendi, sakit kepala yang berkepanjangan, batuk yang berkepanjangan, palpitasi jantung, nyeri otot, disfungsi penciuman atau rasa, masalah pencernaan, serta masalah jantung lain.

    Baca juga: Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua Terlambat, Bahayakah?


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Fitur Stiker

    Fitur "Add Yours" Instagram dapat mengundang pihak yang berniat buruk untuk menggali informasi pribadi pengguna. User harus tahu bahaya oversharing.