Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

4 Tips Jadi Konsumen Bijak, Beli Produk dan Jasa Bukan Semata karena Harga

Reporter

Editor

Rini Kustiani

image-gnews
Ilustrasi ibu dan anak berbelanja. shutterstock.com
Ilustrasi ibu dan anak berbelanja. shutterstock.com
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Banyak pertimbangan seorang konsumen memilih suatu produk atau memanfaatkan jasa. Bisa karena kualitas, harga, iklan yang menarik, berasal dari referensi terpercaya, atau karena memiliki dampak baik bagi masyarakat dan lingkungan.

Studi perusahaan riset Kantar Worldpanel bertajuk Who Cares, Who Does 2020 menunjukkan, terjadi peningkatan kesadaran konsumen terhadap produk yang ramah lingkungan. Konsumen generasi milenial atau mereka yang kini berusia 25 - 40 tahun termasuk kelompok yang kritis atas dampak pilihan produk dan jasa terhadap lingkungan dan sosial.

Presiden Direktur PT Unilever Indonesia, Tbk., Ira Noviarti mengatakan, bisnis seharusnya mampu menjadi bagian dari solusi atas berbagai permasalahan. Sebab itu, penting bagi konsumen untuk lebih bijaksana dalam memilih produk. "Saat konsumen memilih merek yang punya tujuan mulia, maka mereka secara langsung turut berkontribusi dalam upaya berkelanjutan untuk kepada lingkungan dan masyarakat," kata Ira dalam peluncuran kampanye 'Every U Does Good' daring pada Rabu, 18 Agustus 2021.

Berikut empat tips menjadi konsumen yang lebih bijak:

  1. Sumber bahan baku dari sumber yang bertanggung jawab.
  2. Memberikan manfaat sosial 
  3. Memiliki upaya pelestarian lingkungan
  4. Punya tujuan mulia yang nyata

Ira menjelaskan, produk yang menggunakan bahan baku dari sumber yang bertanggung jawab misalkan memilih bahan baku yang berkelanjutan, melindungi kesejahteraan petani, dan memastikan regenerasinya. Sementara produk yang memberikan manfaat sosial contohnya, mendukung bidang pendidikan dengan memberikan beasiswa atau peluang mengembangkan usaha bagi masyarakat, khususnya perempuan.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Dalam pelestarian lingkungan, konsumen dapat memilih produk yang menerapkan metode daur ulang, mengurangi penggunaan plastik, dan residu yang tidak mencemari alam. Sementara produk dengan tujuan mulia yang nyata misalkan mendorong kesadaran pentingnya kebersihan, kesehatan, hingga mendukung perekonomian skala mikro.

CEO dan Pendiri Waste4Change, Mohamad Bijaksana Junerosano mengatakan, ketika konsumen lebih bijak dan turut bertanggung jawab atas implikasi lingkungan dari produk yang mereka beli, maka itu akan mengurangi beban atau risiko yang muncul di kemudian hari. "Problematika sampah di Indonesia adalah hal pelik yang sepatutnya menjadi tanggung jawab bersama," katanya.

Baca juga:
Tips Belanja Cepat, Hemat, dan Tidak Kebablasan Cuci Mata

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Unilever Indonesia Catat Laba Bersih Rp 2,5 Triliun di Paruh Pertama 2024

20 jam lalu

Kantor Unilever. shutterstock.com
Unilever Indonesia Catat Laba Bersih Rp 2,5 Triliun di Paruh Pertama 2024

PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR) mencatat penjualan bersih sebesar Rp 19,0 triliun dan laba bersih sebesar Rp 2,5 triliun.


Perayaan Hari Anak Nasional: Perjalanan dan Harapan bagi Anak Tuli

1 hari lalu

Co-Founder dan Direktur Eksekutif FeminisThemis, Nissi Taruli Felicia. Dok. Unilever.
Perayaan Hari Anak Nasional: Perjalanan dan Harapan bagi Anak Tuli

Hari Anak Nasional menjadi pengingat dalam menjamin hak dan perlindungan bagi seluruh anak di Indonesia.


Desa Kelawi, Desa Brilian Hijau yang terus Berinovasi

1 hari lalu

Desa Kelawi di Kecamatan Bakauheni, Kabupaten Lampung Selatan yang meraih penghargaan Desa BRILiaN Hijau 2023 dari BRI untuk inovasi agrowisata. Dok. BRI
Desa Kelawi, Desa Brilian Hijau yang terus Berinovasi

Desa Kelawi menyimpan potensi besar sebagai desa wisata melalui inovasi agrowisata, hingga meraih penghargaan Desa BRILiaN Hijau 2023 oleh BRI.


Sobat Bumi Unri Lakukan Penanaman Pohon Upaya Tekan Emisi Karbon

7 hari lalu

Tim Sobat Bumi Universitas Riau (UNRI) dan Pemerintah Kelurahan Batu Bersurat menggelar aksi penanaman pohon. Foto : UNRI
Sobat Bumi Unri Lakukan Penanaman Pohon Upaya Tekan Emisi Karbon

Tim Sobat Bumi Universitas Riau (Unri) dengan Pemerintah Kelurahan Batu Bersurat menggelar aksi penanaman pohon untuk upaya tekan emisi karbon.


Xiaomi Sebut Belum Terima Gugatan Hukum dari Gree Electric Soal Pelanggaran Hak Paten

8 hari lalu

Logo baru Xiaomi (kiri) dan logo lama (kanan). Kredit: Xiaomi/The Verge
Xiaomi Sebut Belum Terima Gugatan Hukum dari Gree Electric Soal Pelanggaran Hak Paten

Gree Electric Appliances Co. Ltd. mengajukan gugatan kepada Xiaomi atas pelanggaran hak paten pada kipas listrik Xiaomi MIJIA.


Greenpeace Sebut UU KSDAHE Solusi Semu dalam Perlindungan Lingkungan

13 hari lalu

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya menerima berkas berisi pandangan akhir fraksi dari anggota Komisi IV Fraksi PKS Slamet (kanan) mengenai Rancangan Undang-Undang (RUU) Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya (KSDAHE) di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 13 Juni 2024. Dalam rapat tersebut Pemerintah, Komisi IV DPR RI, dan Komite II DPD RI menyepakati naskah RUU KSDAHE untuk dilanjutkan pembicaraan di rapat paripurna DPR RI. TEMPO/M Taufan Rengganis
Greenpeace Sebut UU KSDAHE Solusi Semu dalam Perlindungan Lingkungan

Greenpeace Indonesia menilai UU KSDAHE minim pelibatan masyarakat sipil dan berkomitmen semu dalam perlindungan lingkungan.


Terdepan dalam Keberlanjutan, Ini Upaya Unilever Indonesia

13 hari lalu

Head of Division Environment and Sustainability Unilever Indonesia Foundation, Maya Tamimi dalam Tempo Sustainability Dialog bertajuk Diskusi Nasional Peduli Sampah, Kamis, 27 Juni 2024.
Terdepan dalam Keberlanjutan, Ini Upaya Unilever Indonesia

Unilever Indonesia berkomitmen untuk menjadi yang terdepan dalam upaya keberlanjutan, atau sustainability.


Mengenal Bioetanol, Bahan Bakar Nabati Pengganti Bensin yang Sedang Disiapkan Pemerintah

14 hari lalu

Petugas menunjukkan sampel bahan bakar minyak (BBM) B-20, B-30, dan B-100 di Jakarta, Selasa, 26 Februari 2019. Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno mengatakan, bahwa Indonesia dapat menggunakan campuran dari bahan nabati seperti minyak sawit dalam solar hingga 100 persen atau biodiesel 100 (B-100) pada tiga tahun mendatang. TEMPO/Tony Hartawan
Mengenal Bioetanol, Bahan Bakar Nabati Pengganti Bensin yang Sedang Disiapkan Pemerintah

Bioetanol digadang-gadang menjadi pengganti alternatif bensin. Bahan bakar nabati itu diklaim lebih ramah lingkungan.


Pungut Sampah di Kopenhagen, Wisatawan Bisa Dapat Makanan dan Minuman Gratis

14 hari lalu

Tempat parkir sepeda di Kopenhagen, Denmark (Pixabay)
Pungut Sampah di Kopenhagen, Wisatawan Bisa Dapat Makanan dan Minuman Gratis

Disebut CopenPay, program ini akan memberikan penghargaan bagi wisatawan atas aksi berkelanjutan, seperti memungut sampah dan bersepeda di Kopenhagen.


Kenali Jenis Biodiesel dari Minyak Kelapa Sawit: Ini Arti B20, B30, B35, dan B100

20 hari lalu

Petugas menunjukkan perbedaan bahan bakar B20 dan B30 saat peluncuran B30 di kementerian ESDM, Jakarta, Kamis (13/6) Pemerintah melakukan uji coba penggunaan Bahan Bakar campuran Biodiesel 30% (B30) pada bahan bakar solar kendaraan bermesin diesel. Tempo/Tony Hartawan
Kenali Jenis Biodiesel dari Minyak Kelapa Sawit: Ini Arti B20, B30, B35, dan B100

Biodiesel dianggap sebagai bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan. Berikut beberapa jenis Biodiesel.