Pertukaran Plasma Terapeutik Jadi Alternatif Mengatasi Badai Sitokin

Reporter

Seorang terapis pernapasan perawatan kritis bekerja dengan pasien positif penyakit coronavirus (COVID-19) di unit perawatan intensif (ICU) di Rumah Sakit Memorial Sarasota di Sarasota, Florida, 11 Februari 2021. [REUTERS/Shannon Stapleton]

TEMPO.CO, Jakarta -  Penyakit Covid-19 memunculkan sejumlah PR bagi kalangan medis, dokter dan ilmuwan. Selain soal virus yang terus bermutasi, juga tentang kemunculan badai sitokin pada pasien Covid-19. Mengapa badai sitokin muncul pada pasien Covid-19?

Badai sitokin merupakan salah satu gejala yang bisa membuat kondisi pasien Covid-19 kian memburuk. Deddy Corbuzier salah satu yang diserang badai sitokin kala terinfeksi virus Covid-19. 

Lalu apa itu sitokin? Sitokin adalah protein inflamasi imun yang memiliki fungsi menangkal infeksi dan menjinakkan sel kanker. Jika tubuh melepas terlalu banyak sitokin, maka akan terjadi badai sitokin yang dapat berpengaruh buruk bagi kesehatan, bahkan mengancam nyawa.   

Belakangan ini, ilmuwan menyebutkan COVID-19 dapat menjadi salah satu pemicu badai sitokin. COVID-19 menyebabkan beberapa komplikasi pada tubuh, sedangkan badai ini memberikan dampak kurang menguntungkan terhadap perkembangan infeksi. 

Badai sitokin dapat menimbulkan gejala parah, seperti demam yang tak kunjung sembuh, nyeri otot dan persendian, hipotensi, kebocoran kapiler, kegagalan multiorgan, hingga kematian jika tidak ditangani dengan benar. 

“Efek dan penyebab badai sitokin sangat bervariasi, tergantung pada kondisi yang dialami pasien,” tulis Lan Yang, Xueru Xie, Zikun Tu, Jinrong Fu, Damo Xu, dan Yufeng Zhou dalam artikel ilmiahnya berjudul “The signal pathways and treatment of cytokine storm in COVID-19”, dikutip Tempo dari laman Nature, Rabu, 7 Juli 2021. 

Sejauh ini, diagnosis yang tepat dan pedoman pengobatan badai sitokin pada setiap kondisi masih belum cukup. Peran patogen, efek, dan faktor lain pada badai sitokin terkait COVID-19 sangat penting untuk dipahami supaya tim medis dapat memberikan diagnosis dan pengobatan yang tepat. 

Menurut artikel berjudul “Controlling Cytokine Storm Is Vital in COVID-19” yang ditulis oleh Lu tang, Zhinan Yin, Yu Hu, dan Heng Mei, obat antivirus guna menghambat transmisi virus dan menghancurkan replikasi virus dianggap dapat mengurangi kerusakan sel yang disebabkan oleh COVID-19. 

Bersamaan dengan terapi imunoregulator, diharapkan obat antivirus dengan kombinasi yang tepat dapat menghambat respon inflamasi hiperaktif. Banyak uji klinis yang telah dilakukan untuk menyelidiki potensi pengendalian badai sitokin pada pasien COVID-19, termasuk terapi imunomodulator. 

Obat yang pada umumnya dipakai untuk mengobati penyakit ini adalah kortikosteroid, siklosporin, dan etoposida yang menargetkan sel T yang tidak teratur. Blokade sitokin juga terbukti telah berhasil dalam mengobati berbagai jenis Hemofagositik limfohistiositosis (HLH) meskipun bukan pilihan terapi utama. 

Menurut artikel yang berjudul “Immunopathogenesis and treatment of cytokine storm in COVID-19” yang ditulis oleh Jae Seok Kim, Jun Young Lee, dan kawan-kawan mengungkapkan pertukaran plasma terapeutik adalah alternatif paling realistis untuk mengobati badai sitokin berkaitan dengan COVID-19. Terapi ini dipercaya memiliki manfaat klinis bagi penderita COVID-19 yang parah. Artikel ini merekomendasikan pertukaran plasma terapeutik dengan plasma konvalesen.

DINA OKTAFERIA

Baca juga: Ini Pemicu Terjadinya Badai Sitokin yang Memperburuk Kondisi Pasien Covid-19






Kasus Covid-19 China Melonjak Lagi di Tengah Protes Antipembatasan

2 jam lalu

Kasus Covid-19 China Melonjak Lagi di Tengah Protes Antipembatasan

China mencatat rekor infeksi Covid-19 tertinggi lagi setelah protes akhir pekan di seluruh negeri atas pembatasan kegiatan masyarakat.


Polisi China Disebut Menyerang Jurnalis BBC dalam Unjuk Rasa di Shanghai

3 jam lalu

Polisi China Disebut Menyerang Jurnalis BBC dalam Unjuk Rasa di Shanghai

Kantor berita nasional Inggris, BBC, menyatakan polisi China telah menyerang dan menahan salah satu jurnalisnya saat meliput protes di Shanghai.


Demo Covid di China Meluas, Berubah Jadi anti-Xi Jinping dan PKC

6 jam lalu

Demo Covid di China Meluas, Berubah Jadi anti-Xi Jinping dan PKC

Ratusan pengunjuk rasa anti=pembatasan Covid dan polisi bentrok di Shanghai, bahkan muncul teriakan turunkan Partai Komunis China, turunkan Xi Jinping


Bagaimana Rusuh di Foxconn Pengaruhi Stok iPhone 14 Pro dan Pro Max di Toko?

16 jam lalu

Bagaimana Rusuh di Foxconn Pengaruhi Stok iPhone 14 Pro dan Pro Max di Toko?

Foxconn mengaku kapasitas produksi iPhone 14 Pro dan Pro Max tak berubah menjelang musim liburan akhir tahun ini. Meski 20 ribu pekerjanya pergi.


Covid-19 Terkini: 300 Subvarian Omicron dan Batuk Kronis

23 jam lalu

Covid-19 Terkini: 300 Subvarian Omicron dan Batuk Kronis

Kasus-kasus Covid-19 telah benar-benar berubah sejak Omicron terdeteksi setahun yang lalu.


Kejadian Langka, Warga China Demo Menolak Lockdown Covid-19

1 hari lalu

Kejadian Langka, Warga China Demo Menolak Lockdown Covid-19

Warga di wilayah Xinjian dan Beijing turun ke jalan memprotes pembatasan ketat yang dilakukan pemerintah China akibat naiknya kasus harian Covid-19


Protes Besar Covid-19 Meletus di China setelah Kebakaran di Wilayah Muslim Uighur

1 hari lalu

Protes Besar Covid-19 Meletus di China setelah Kebakaran di Wilayah Muslim Uighur

Sejumlah penduduk di alun-alun menyanyikan lagu kebangsaan China sementara yang lain berteriak ingin dibebaskan dari lockdown.


Daftar Lokasi Vaksinasi Booster Covid-19 di DKI Jakarta, hingga 31 Desember

2 hari lalu

Daftar Lokasi Vaksinasi Booster Covid-19 di DKI Jakarta, hingga 31 Desember

DKI Jakarta tetap membuka pelayanan vaksinasi booster Covid-19 dosis kedua di akhir pekan.


Kasus Harian Covid-19 DKI Jakarta Melonjak, Dinkes: BOR Terkendali

3 hari lalu

Kasus Harian Covid-19 DKI Jakarta Melonjak, Dinkes: BOR Terkendali

Kasus harian Covid-19 dalam beberapa pekan terakhir kian melonjak. Meski demikian, Bed Occupation Rate (BOR) atau keterisian tempat tidur di rumah sakit DKI Jakarta disebut masih dalam kondisi aman.


Kemenkes Izinkan Vaksin Booster Kedua untuk Lansia, Epidemiolog Ungkap Efektivitasnya

3 hari lalu

Kemenkes Izinkan Vaksin Booster Kedua untuk Lansia, Epidemiolog Ungkap Efektivitasnya

Kementerian Kesehatan berikan lampu hijau vaksin booster kedua Covid-19 untuk lansia berusia 60 tahun ke atas.