Kulit Rusak karena Salah Pilih Skincare, Cek Pilihan yang Tepat

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi skincare atau produk perawatan kulit wajah dan tubuh. Pixabay.com/Kalachairina

    Ilustrasi skincare atau produk perawatan kulit wajah dan tubuh. Pixabay.com/Kalachairina

    TEMPO.CO, Jakarta - Salah satu kesalahan perawatan wajah yang menyebabkan kulit tidak sehat karena salah memilih produk. Dokter bedah plastik Teuku Adifitrian atau Tompi menjelaskan ada dua jenis produk perawatan kulit, yakni skincare untuk terapi atau pengobatan dan yang kedua adalah untuk perawatan.

    "Jadi skincare itu ada dua jenis kelompok. Pertama jenis maintenance yang bisa dijual bebas. Sementara yang kedua skincare untuk terapi," kata Tompi. "Artinya yang kedua itu perawatan yang khusus disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan pasien. Misalnya untuk yang racikan itu ada yang kadar retinolnya tinggi, pokoknya yang disesuaikan zat aktifnya sehingga butuh pengawasan dokter dan tidak bisa dijual bebas."

    "Sering kali orang-orang itu teriming-imingi melihat teman kulitnya cantik akhirnya nyontek resepnya. Ini yang seringkali bikin kulit jadi enggak sehat,” tambah Tompi.

    Ia mengatakan selama ini yang menjadi kesalahan lain adalah pengguna perawatan wajah racikan tidak kembali memeriksakan kondisi kulit setelah terapi namun terus mengulangi resep racikan yang sama dalam jangka waktu yang panjang. Meski pada awalnya racikan perawatan wajah digunakan untuk kulit, jika tanpa pengawasan dari ahli kulit maka penggunaannya menjadi berbahaya karena kondisi kulit bisa berubah setelah menggunakan perawatan kulit terapi.

    Selain itu, tindakan-tindakan lain seperti eksfoliasi atau pengelupasan kulit juga menambah kefatalan penggunaan skincare terapi yang tidak di bawah pengawasan dokter.

    "Awalnya kulitnya bagus tapi karena penggunaan yang berlebihan lama-lama menipis karena terus dikikis. Akhirnya fungsi skin barrier buruk lalu proteksinya tidak maksimal. Pada saat kena matahari jadinya malah kena flek dan melasma. Itu akibatnya mistreatment dan overtreatment,” kata dokter yang juga penyanyi itu.

    Tompi mengimbau agar pengguna perawatan wajah tidak sembarang menggunakan rangkaian perawatan wajah dan memahami efek sampingnya agar bisa mencapai kulit sehat, indah, dan seimbang.

    Baca juga: 5 Tips Membeli Skincare yang Aman bagi Kesehatan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Negara-negera yang Sudah Melakukan Vaksinasi Anak di Bawah 12 Tahun

    Di Indonesia, vaksin Covid-19 baru diberikan ke anak usia 12 tahun ke atas. Namun beberapa negara mulai melakukan vaksinasi anak di bawah 12 tahun.