4 September Hari Solidaritas Hijab Internasional, Begini Awal Kisahnya

Reporter:
Editor:

S. Dian Andryanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Halima Aden, supermodel berhijab pertama di dunia, berdarah Amerika-Somalia, disambut warga saat menghadiri peragaan busana eksklusif di Istanbul, Turki pada 24 Maret 2018.

    Halima Aden, supermodel berhijab pertama di dunia, berdarah Amerika-Somalia, disambut warga saat menghadiri peragaan busana eksklusif di Istanbul, Turki pada 24 Maret 2018.

    TEMPO.CO, Jakarta - Hari ini, 4 September 2021 merupakan Hari Solidaritas Hijab Internasional. Ada beberapa hal yang melatarbelakangi terbentuknya hari peringatan ini. Salah satunya yaitu berbagai kebijakan pemerintah negara-negara Eropa yang mendiskriminasi wanita muslim berhijab.

    Beberapa diskriminasi ini seperti kebijakan pemerintah Prancis yang melarang penggunaan hijab di institusi-institusi pendidikan dan institusi publik. Selain itu, di London, pemerintah juga melarang para mahasiswanya untuk memakai simbol-simbol keagamaan. Sedangkan wanita muslim atau muslimah memiliki kewajiban untuk memakai hijab.

    Mengutip dari laman Universitas Malahayati Bandar Lampung, pada 4 September 2004 lalu, para muslim melakukan konferensi yang dibuka oleh Wali Kota London, Ken Livingstone. Kegiatan ini dihadiri oleh 300 delegasi yang mewakili 102 organisasi-organisai Inggris dan Internasional.

    Dalam kegiatan ini tokoh cendekiawan Muslim Sheikh Yusuf Al-Qaradawi dan Profesor Tariq Ramadan turut hadir. Berdasarkan hasil konferensi tersebut, terbentuklah Assembly for the Protection of Hijab atau Majelis untuk Perlindungan Jilbab dan menetapkan 4 September sebagai International Hijab Solidarity Day (Hari Solidaritas Hijab Internasional).

    Dengan terbentuknya hari peringatan ini, warga muslim di Eropa merancang berbagai rencana aksi untuk membela hak muslimah untuk menggunakan hijabnya. Sedangkan di Indonesia, peringatan ini digunakan sebagai aksi damai sebagai bentuk rasa solidaritas kepada wanita muslimah lainnya.

    WINDA OKTAVIA

    Baca: Puluhan Wanita Nonmuslim Kanada Pakai Hijab untuk Perangi Islamfobia


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Fitur Stiker

    Fitur "Add Yours" Instagram dapat mengundang pihak yang berniat buruk untuk menggali informasi pribadi pengguna. User harus tahu bahaya oversharing.