7 Sebab Cedera Saat Olahraga dan Cara Penanganannya

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi olahraga dengan wajah ditutup masker. Sumber: China News Service via Getty Ima/mirror.co.uk

    Ilustrasi olahraga dengan wajah ditutup masker. Sumber: China News Service via Getty Ima/mirror.co.uk

    TEMPO.CO, Jakarta - Olahraga tetap harus menjadi kegiatan rutin di masa pandemi. Tak perlu keluar rumah, cukup berolahraga di dalam rumah dengan maupun tanpa alat.

    Dokter Spesialis Ortopedi dan Traumatologi, Konsultan Sport Injury and Arthroscopy Primaya Hospital Bekasi Timur, Evan mengatakan olahraga mampu meningkatan imunitas dan kesehatan. "Hanya saja, banyak orang yang belum memahami potensi cedera yang dapat dialami ketika olahraga serta bagaimana cara berolahraga yang baik dan benar," kata Evan dalam keterangan tertulis, Sabtu 21 Agustus 2021.

    Berikut sebab cedera yang kerap tidak disadari:

    1. Pemanasan yang masih kurang atau tidak melakukan pemanasan
    2. Penggunaan alat olahraga yang tidak sesuai
    3. Gerakan berulang yang terlalu banyak, terlalu cepat, dan dalam waktu yang lama (overuse)
    4. Otot yang lemah
    5. Lingkungan yang tidak tepat atau kurang baik dalam melakukan olahraga
    6. Pengobatan yang tidak tuntas setelah injuri
    7. Fisioterapi pasca injuri yang tidak sesuai

    Apabila terjadi cedera saat olahraga, Evan menyarankan langkah RICE berikut:

    • Rest atau istirahatkan bagian tubuh yang mengalami cedera
    • Ice atau beri es untuk mengurangi bengkak
    • Compression atau kompres dingin pada jaringan yang mengalami cedera
    • Elevation atau meninggikan bagian yang cedera melebihi ketinggian jantung

    Bagian tubuh yang berpotensi mengalami cedera di antaranya tulang, seperti patah tulang dan tulang retak yang biasanya disebabkan overuse, umumnya terjadi kepada pelari atau penari ballet.

    Selain tulang, menurut Evan, cedera juga dapat terjadi pada bagian otot di mana terdapat risiko otot putus dan otot memar. Cedera juga dapat terjadi pada bagian ligamen atau jaringan yang menghubungkan satu tulang dengan tulang lainnya dan pada bagian tendon atau jaringan tebal yang berfungsi menempelkan otot ke tulang.

    Jenis olahraga yang berpotensi besar mengakibatkan cedera adalah olahraga yang membutuhkan pergerakan besar, seperti basket, sepak bola, soccer, ice hookey, baseball, softball, atau voli. "Anda dapat memilih olahraga yang low impact terhadap cedera, seperti jalan kaki, berenang, atau yoga," ujar Evan.

    Baca juga:
    Tips Menggunakan Treadmill di Rumah buat Pemula, Perhatikan Durasi dan Kecepatan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rachel Vennya Diduga Tak Menyelesaikan Masa Karantina Usai Pulang dari AS

    Rachel Vennya diduga tak menyelesaikan masa karantina yang semestinya ia lalui sepulang dari Amerika Serikat. Dugaan datang dari unggahan Instagram.