Bahaya di Balik Gaya Hidup Hybrid di Masa Pandemi

Reporter

Seorang pejalan kaki berjalan di dekat sebuah papan yang terpampang kode batang (QR code) tanaman di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Jumat 21 Januari 2021. Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Provinsi DKI Jakarta memasang teknologi "Quick Response (QR) Code" pada tanaman atau pohon di beberapa titik kawasan Sudirman-Thamrin dengan tujuan untuk memudahkan masyarakat mengetahui jenis tanaman yang ditanam. TEMPO/Hilman Faturrahman

TEMPO.CO, Jakarta - Gaya hidup hybrid menjadi perilaku baru yang mau tidak mau harus dijalankan di masa pandemi Covid-19. Karena harus menjaga jarak dan pergaulan sosial, banyak hal harus dilakukankan secara virtual dan sebagiannya lagi tatap muka.

Mode hidup yang sebagian offline dan sebagian lagi online, memang harus dijalani untuk mencegah penularan Covid-19. Kebijakan PPKM yang diberlakukan pemerintah adalah bagian dari implementasi gaya hidup hybrid. Ada yang bekerja dari rumah dan ada yang bekerja di kantor.     

Meski dinilai memiliki banyak manfaat untuk mencegah penularan Covid-19, masyarakat juga perlu waspada agar kehidupan hybrid tidak berdampak negatif pada kesehatan.

Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran Siska Wiramihardja, dr., MKes., SpGK., mengatakan bahwa untuk menjalani kehidupan hybrid perlu diimbangi dengan gaya hidup sehat.

Disamping memiliki banyak manfaat untuk mencegah penularan Covid-19 karena tidak bersua, masyarakat juga perlu waspada bahwa kehidupan hybrid punya dampak negatif pada kesehatan, seperti zoom fatigue dan obesitas.

 “Gaya hidup sehat di era hybrid ini telah menjadi keniscayaan,” kata Siska pada Webinar “Wellbeing in Hybrid Life” yang digelar secara daring, Rabu 25 Agustus 2021dikutip dari situs resmi unpad.ac.id.

Lebih lanjut lagi, kata Siska saat seseorang menjalani kehidupan hybrid, biasanya akan kurang pergerakan tubuh, sebab hanya duduk di depan monitor, kondisi ini justru menyebabkan menaiknya berat badan.

Tak sedikit pula yang bekerja sambil duduk bahkan rebahan, sambil mengonsumsi kudapan yang kurang sehat. Sehingga gaya hidup yang tidak sehat ini berdampak pada peningkatan Indeks Massa Tubuh (IMT).

Ujung-ujungnya kasus obesitas memicu risiko kesehatan, termasuk risiko infeksi Covid-19. Pasalnya jika terpapar, orang dengan obesitas berisiko mengalami gejala yang lebih parah dibandingkan mereka yang memiliki IMT normal. Untuk itu, Siska mengingatkan untuk tetap menjaga berat badan yang ideal denganrutin berolahraga dan mengatur pola makan yang sehat.

Siska juga menjelaskan penyebab zoom fatigue karena menatap layar telalu intens, sehingga terjebak pada konsentrasi tinggi, melihat diri sendiri secara konsisten, mobilitas fisik berkurang, dan lingkungan yang kurang kondusif.

Supaya seimbang Siska pun menyarankan untuk dapat mengatur jadwal rapat atau bisa dengan menggunakan alternatif lain dalam menjalani aktivitas di era gaya hidup hybrid. Selain itu, yang tak kalah pentingnya ia juga menyarankan untuk tetap menjaga kesehatan mata.

RAUDATUL ADAWIYAH NASUTION

Baca juga: 7 Gaya Hidup yang Didukung Sains untuk Umur Panjang yang Sehat






Shanghai Memperketat Pengamanan setelah Protes Antipembatasan Covid-19

14 menit lalu

Shanghai Memperketat Pengamanan setelah Protes Antipembatasan Covid-19

Tidak ada tanda-tanda protes baru antipembatasan Covid-19 pada hari Senin di Beijing atau Shanghai, China.


Kasus Covid-19 China Melonjak Lagi di Tengah Protes Antipembatasan

3 jam lalu

Kasus Covid-19 China Melonjak Lagi di Tengah Protes Antipembatasan

China mencatat rekor infeksi Covid-19 tertinggi lagi setelah protes akhir pekan di seluruh negeri atas pembatasan kegiatan masyarakat.


Polisi China Disebut Menyerang Jurnalis BBC dalam Unjuk Rasa di Shanghai

4 jam lalu

Polisi China Disebut Menyerang Jurnalis BBC dalam Unjuk Rasa di Shanghai

Kantor berita nasional Inggris, BBC, menyatakan polisi China telah menyerang dan menahan salah satu jurnalisnya saat meliput protes di Shanghai.


Demo Covid di China Meluas, Berubah Jadi anti-Xi Jinping dan PKC

7 jam lalu

Demo Covid di China Meluas, Berubah Jadi anti-Xi Jinping dan PKC

Ratusan pengunjuk rasa anti=pembatasan Covid dan polisi bentrok di Shanghai, bahkan muncul teriakan turunkan Partai Komunis China, turunkan Xi Jinping


Bagaimana Rusuh di Foxconn Pengaruhi Stok iPhone 14 Pro dan Pro Max di Toko?

17 jam lalu

Bagaimana Rusuh di Foxconn Pengaruhi Stok iPhone 14 Pro dan Pro Max di Toko?

Foxconn mengaku kapasitas produksi iPhone 14 Pro dan Pro Max tak berubah menjelang musim liburan akhir tahun ini. Meski 20 ribu pekerjanya pergi.


Covid-19 Terkini: 300 Subvarian Omicron dan Batuk Kronis

1 hari lalu

Covid-19 Terkini: 300 Subvarian Omicron dan Batuk Kronis

Kasus-kasus Covid-19 telah benar-benar berubah sejak Omicron terdeteksi setahun yang lalu.


Kejadian Langka, Warga China Demo Menolak Lockdown Covid-19

1 hari lalu

Kejadian Langka, Warga China Demo Menolak Lockdown Covid-19

Warga di wilayah Xinjian dan Beijing turun ke jalan memprotes pembatasan ketat yang dilakukan pemerintah China akibat naiknya kasus harian Covid-19


Protes Besar Covid-19 Meletus di China setelah Kebakaran di Wilayah Muslim Uighur

1 hari lalu

Protes Besar Covid-19 Meletus di China setelah Kebakaran di Wilayah Muslim Uighur

Sejumlah penduduk di alun-alun menyanyikan lagu kebangsaan China sementara yang lain berteriak ingin dibebaskan dari lockdown.


Daftar Lokasi Vaksinasi Booster Covid-19 di DKI Jakarta, hingga 31 Desember

2 hari lalu

Daftar Lokasi Vaksinasi Booster Covid-19 di DKI Jakarta, hingga 31 Desember

DKI Jakarta tetap membuka pelayanan vaksinasi booster Covid-19 dosis kedua di akhir pekan.


Kasus Harian Covid-19 DKI Jakarta Melonjak, Dinkes: BOR Terkendali

3 hari lalu

Kasus Harian Covid-19 DKI Jakarta Melonjak, Dinkes: BOR Terkendali

Kasus harian Covid-19 dalam beberapa pekan terakhir kian melonjak. Meski demikian, Bed Occupation Rate (BOR) atau keterisian tempat tidur di rumah sakit DKI Jakarta disebut masih dalam kondisi aman.