Atasi Insomnia, Coba Konsumsi Beberapa Minuman Ini

Reporter:
Editor:

Nurhadi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pria insomnia dan jus ceri. shutterstock.com

    Ilustrasi pria insomnia dan jus ceri. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Manfaat tidur di malam hari tak bisa dianggap remeh. Pesan untuk selalu memperhatikan pola tidur sering digaungkan para ahli kesehatan, bahkan mereka merekomendasikan orang dewasa berusia 18-60 tahun untuk tidur setidaknya 7-9 jam setiap malamnya.

    Risiko permasalahan sulit tidur malam atau insomnia, bahkan kelebihan waktu tidur dapat memicu depresi, diabetes, penyakit jantung, juga berujung kematian.

    Dikutip dari situs healthline.com, jika mengalami permasalahan mengatur pola tidur yang baik, beberapa jenis minuman ini bisa merangsang untuk tidur lebih berkualitas.

    Pertama, jus ceri atau olahan minuman lainnya berbahan ceri. Buah ini bermanfaat merangsang rasa kantuk dengan adanya kandungan triptofan, yakni asam amino yang merupakan prekursor hormon melatonin yang membantu mengatur pola tidur.

    Hebatnya lagi, berdasarkan satu penelitian mencatat bahwa minum dua cangkir atau setara 480 ml jus ceri setiap hari dalam kurun dua minggu dapat meningkatkan waktu tidur sebesar 84 menit. Selain itu, mampu mengobati gejala insomnia pada orang dewasa berusia 50 tahun ke atas.

    Kemudian ada asupan chamomile. Jika dikonsumsi, chamomile berkhasiat membantu mengatasi kecemasan dan insomnia serta juga dapat meningkatkan kualitas tidur. Namun hingga kini belum ada cukup bukti menyebutkan klaim tersebut.

    Sementara itu, ekstrak yang terbuat dari akar, beri, dan daun tanaman telah digunakan untuk mengobati kondisi seperti stres, kecemasan, dan radang sendi.

    Selanjutnya ada olahan ashwagandha yang dijadikan teh secara tradisional digunakan dalam praktik ayurveda. Pada akarnya terdapat senyawa triethylene glycol–komponen aktif dari daun ashwagandha–mendorong tidur gerakan mata yang tidak cepat. Saat tidur di mana tubuh akan meregenerasi jaringan dan tulang.

    Dalam sebuah penelitian menyebutkan ashwagandha telah menunjukkan potensi untuk membantu tubuh bersantai dan bersiap untuk istirahat, serta meningkatkan kualitas tidur secara keseluruhan. 

    Sama halnya dengan ashwagandha, akar tanaman valerian digunakan sebagai ramuan obat yang dikenal dapat membantu tidur dan meredakan insomnia. Hal ini sudah terbuktri secara ilmiah.

    Disebutkan dalam suatu studi bahwa 30 persen wanita pascamenopause yang mengonsumsi kapsul valerian 530 mg dua kali sehari selama 4 minggu mengalami peningkatan kualitas tidur.

    Minuman terakhir yang dapat menyebuhkan insomnia adalah susu. Pasalnya susu mengandung tryptophan yang dapat membantu meningkatkan kadar melatonin dan menginduksi tidur.

    Minum susu hangat sebelum tidur juga merupakan ritual malam yang menenangkan. Apalagi jika susu, kunyit, dan diseduh bersamaan, maka khasiat juga dapat membantu memperbaiki kualitas tidur.

    RAUDATUL ADAWIYAH NASUTION

    Baca juga: 6 Penyebab Insomnia yang Tidak Biasa


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rachel Vennya Diduga Tak Menyelesaikan Masa Karantina Usai Pulang dari AS

    Rachel Vennya diduga tak menyelesaikan masa karantina yang semestinya ia lalui sepulang dari Amerika Serikat. Dugaan datang dari unggahan Instagram.