Cegah Bunuh Diri dengan Peka Melihat Tanda

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi bunuh diri. Shutterstock

    Ilustrasi bunuh diri. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Ikatan Psikolog Klinis (IPK) Indonesia, Dr. Indria Laksmi Gamayanti, mengatakan tidak semua orang yang bunuh diri memiliki ciri khusus. Karenanya, masyarakat diharapkan peka dengan keadaan sekitar agar dapat melakukan pencegahan.

    Lulusan fakultas psikologi Universitas Gadjah Mada ini mengatakan sangat penting untuk mengamati sikap dan perilaku orang yang sedang mengalami depresi atau masalah kesehatan jiwa lain. Meski tidak memiliki tanda khusus, biasanya ada kata-kata atau pesan yang disampaikan secara tersirat.

    "Bisa dari kata-kata, pesan-pesan, mungkin untuk sebagian orang bisa terlihat dari penampilan yang tidak bersemangat. Tapi, tidak selalu seperti itu, dari sikap dan perilaku, keluhan-keluhannya perlu kita perhatikan," ujar Gamayanti.

    Menurutnya, saat orang menunjukkan adanya keinginan untuk bunuh diri, maka harus direspons dengan serius sebab bantuan dari orang terdekat dapat berguna untuk pencegahan.

    "Ada tanda-tanda memang tapi tidak berarti orang itu pasti mau bunuh diri. Namun perlu, bahkan harus direspons dengan serius. Sekecil apapun tanda itu perlu dan harus direspons dengan serius," jelas Gamayanti.

    Ia mengatakan rata-rata orang yang melalukan bunuh diri selalu merasa kesepian, tidak berguna, lelah dengan kehidupan, putus asa, tidak ada yang dukung atau peduli, merasa dijauhi, dan tertekan. Karenanya, orang yang mengalami gangguan psikologis butuh teman untuk diajakbicara, yang mau mendengarkan tanpa menghakimi dan menenangkan.

    "Cara kita melakukan pencegahan dengan mengajaknya berbicara, mendengarkan, ditenangkan, dan pelan-pelan diajak menguraikan masalahnya," ujar Gamayanti.

    Ia menyebutkan orang yang berisiko bunuh diri adalah yang mengalami gangguan psikologis berat atau gangguan jiwa (depresi) karena ada predisposisi kerentanan, memiliki masalah hubungan awal yang tidak harmonis, mengalami kekerasan, perundungan, trauma atau diskriminasi, tekanan hidup berat, minim dukungan sosial, adanya anggota keluarga yang bunuh diri, serta mudah mendapatkan alat bunuh diri.

    Baca juga: Bisa Menular, Cegah Niat Bunuh Diri dengan Dukungan Keluarga


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.