Digigit Nyamuk? Jangan Digaruk, Coba Lakukan Hal Ini

Reporter:
Editor:

Nurhadi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi nyamuk (Pixabay.com)

    Ilustrasi nyamuk (Pixabay.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Tujuan nyamuk menggigit manusia adalah untuk meminum darahnya. Nutrisi yang terkandung dalam darah manusia membantu nyamuk betina membuat telur yang dibutuhkan untuk berkembang biak. Uniknya lagi hanya nyamuk betina yang menggigit manusia. 

    Untuk menggigit manusia, nyamuk menggunakan ujung tajam mulutnya yang seperti jerami tepat pada pembuluh darah kemudian menarik darah melalui mulutnya. Saat melakukannya, nyamuk menyuntikkan air liur yang mengandung antikoagulan, sehingga dapat menghentikan darah manusia tersebut dari pembekuan. 

    Seketika kulit terasa gatal akibat gigitan nyamuk adalah reaksi dari histamin yang mengirimkan sinyal ke saraf di sekitar gigitan. Secara spontan respon imun akan mengenali zat asing yang masuk ke dalam tubuh manusia.

    Dilansir dari laman medicalnewstoday.com, menggaruk gigitan nyamuk justru dapat memperburuk rasa gatal. Alih-alih menghilangkan rasa gatal, menggaruk area yang sudah meradang akan meningkatkan peradangan. Semakin digaruk, maka semakin membuat area tersebut semakin gatal. 

    Selain itu, menggaruk juga dapat meningkatkan risiko infeksi jika sampai merusak permukaan kulit. Fatalnya lagi jika area tersebut terinfeksi, akan terasa lebih gatal dan membutuhkan waktu lebih lama untuk sembuh. 

    Lantas, apa yang harus dilakukan untuk meredakan gatal?

    Melakukan hal berikut dapat membantu mengurangi pembengkakan dan gatal akibat gigitan nyamuk, yaitu mengoleskan antihistamin pada bagian yang digigit, mengompres dengan air panas, mengoleskan madu, krim kortikostreoid, gel lidah buaya dan minyak kemangi. 

    RAUDATUL ADAWIYAH NASUTION

    Baca juga: Cara Menghilangkan Bekas Gigitan Nyamuk agar Tidak Menghitam


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    OTT Bupati Kolaka Timur, Simak Fakta Penangkapan dan Profil Andi Merya

    Bupati Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, Andi Merya Nur, ditangkap KPK dalam OTT. Ia diduga menerima suap yang berhubungan dengan dana hibah BNPB.