Hasil Tes Psikologi MBTI Ternyata Masih Diragukan, Ini Penjelasannya

Reporter:
Editor:

S. Dian Andryanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Peserta bersiap mengikuti tes psikologi seleksi capim KPK, di Pusdiklat Kementerian Sekretariat Negara, Cilandak, Jakarta, Ahad, 28 Juli 2019. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Peserta bersiap mengikuti tes psikologi seleksi capim KPK, di Pusdiklat Kementerian Sekretariat Negara, Cilandak, Jakarta, Ahad, 28 Juli 2019. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Dalam proses seleksi karyawan, tes psikologi merupakan salah satu jenis tes yang wajib dilalui. Dilansir dari apa.org, tes psikologi berguna untuk mengetahui dan mendeteksi masalah-masalah kognitif yang mungkin dialami oleh para calon karyawan, terutama masalah-masalah kognitif yang mungkin berpengaruh terhadap kemampuan kerja calon karyawan nantinya. Guna mengetahui masalah kognitif karyawan, beberapa jenis tes psikologi dapat dipilih.

    Salah satu jenis tes psikologi yang paling populer adalah tes Myers-Briggs Type Indicator (MBTI). Dilansir dari seattletimes.com, tes MBTI telah diambil oleh lebih dari dua juta orang setiap tahunnya.Tes tersebut dapat dengan mudah diakses melalui berbagai situs di Internet. 

    Meskipun mudah diakses, tes MBTI menawarkan metode tes yang tidak main-main. Dilansir dari myersbriggs.org, tes MBTI menggunakan teori personality type dari Carl Gustav Jung sebagai dasar dalam melakukan pengujian. Teori Jung percaya bahwa meskipun manusia menunjukkan kepribadian dan perilaku yang acak dan sangat beragam, ada beberapa pola-pola tertentu yang dapat diamati. Pengamatan terhadap pola-pola tersebut kemudian menghasilkan beberapa tipe kepribadian.

    Terlepas dari kepopulerannya, menurut beberapa pihak, tes MBTI ternyata tidak berarti apapun. Menurut Adam Grant, Ahli Psikologi Organisasi dari University of Pennsylvania, mengungkapkan bahwa tes MBTI sebenarnya tidak valid. “Tidak ada bukti yang cukup untuk menunjukkan bahwa hasil tes tersebut benar,” ungkap Adam Grant seperti dikutip dari akun LinkedIn pribadinya, 17 September 2013.

    Lebih lanjut, Grant mengungkapkan bahwa hasil tes MBTI tidak bisa memprediksi secara tepat mengenai kondisi kognitif seseorang. “Berbagai karakteristik yang diukur oleh tes MBTI tidak bisa menjadi patokan mengenai kondisi kognitif seseorang,” kata Adam Grant seperti dikutip dari akun LinkedIn pribadinya, 17 September 2013.

    Menurut tes psikologi MBTI, berdasarkan teori personality type Jung, karakter dan sifat kognitif manusia dapat diklasifikasikan dalam 16 tipe kepribadian. Namun, sebagaimana dilansir dari Dilansir dari vox.com, teori Carl Gustav Jung yang digunakan sebagai landasan dalam melakukan tes tersebut sebenarnya merupakan teori yang belum diuji sama sekali. Bahkan, Jung mengungkapkan bahwa teori personality type-nya hanya bersifat kecenderungan semata, bukan klasifikasi. 

    NAOMY A. NUGRAHENI 

    Baca: Mengenal MBTI, Tes Psikologi yang Mampu Mendeteksi 16 Tipe Kepribadian


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.