Ketua Satgas Covid-19 IDI Jawab Soal Ancaman di Balik Varian Mu

Reporter:
Editor:

Iqbal Muhtarom

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi virus Corona (Covid-19) varian MU. Shutterstock

    Ilustrasi virus Corona (Covid-19) varian MU. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Hingga saat ini banyak varian Covid-19 yang terdeteksi. Salah satu varian baru yang dirumorkan lebih berbahaya  dan berpotensi kebal vaksin yaitu varian Mu.

    Menurut beberapa pihak varian ini dapat mendominasi karena 40 dari 49 negara bagian di Amerika Serikat sudah mendeteksi adanya varian ini pada pasien.  Varian ini pertama kali terdeteksi di Kolombia pada Januari 2021. 

    Menanggapi rumor tersebut, Zubairi Djoerban, Ketua Satgas Covid-19 IDI mengatakan bahwa varian Mu belum terbukti mengkhawatirkan dan prevalensinya hanya 0,1 persen dari kasus dunia, begitu tulisnya pada caption di akun Instagramnya, @profesorzubairi. 

    Meskipun begitu, yang menjadi ketakutan masyarakat mengenai varian Mu akan berakhir seperti varian Delta. Dimana awalnya kasus positif turun lalu perlahan naik hingga membludak lagi karena varian Selta.  

    “Varian ini mungkin sekali tidak menjadi masalah jangka panjang, kita memang perlu antisipasi tapi tak perlu panik,” terang Zubairi.  

    Ia menegaskan bahwa varian ini tidak separah varian Delta meskipun lebih bahaya dari varian Alpha dan Gama.  “Belum ada bukti bahwa varian ini lebih parah dari varian Delta namun kita harus tetap waspada,” tegasnya. 

    “Memeriksa varian Mu di Indonesia boleh, namun saya kira kita mempelajari perkembangan varian Mu dari negara lain,” lanjutnya. 

    Ketua Satgas Covid-19 IDI juga berpesan sebaiknya mempelajari perkembangan varian Mu dari negara yang sudah mendeteksi adanya varian ini, seperti Kolombia, Ekuador, Spanyol, dan Amerika Serikat. Meskipun di AS kasusnya sedikit, imbuh Zubairi yang biasa disapa Prof Beri. 

    Untuk rumor mengenai Varian Mu ini dapat menembus antibodi meskipun sudah vaksin tidak dibenarkan sepenuhnya oleh Prof Beri. “Untuk vaksin apa bisa menangkal varian ini jawabannya bisa, tapi kita perlu melihat perkembangannya hari ke hari  di negara lain,” terangnya. 

    Di akhir videonya, Prof Beri mengingatkan untuk tetap memakai masker, jaga jarak dan rajin mencuci tangan jika beraktivitas diluar rumah karena ini merupakan tameng dari seluruh varian.  

    “Sekarang banyak orang piknik kemana-mana , jalan-jalan penuh, balas dendam karena sudah lama dikurung, hati-hati, jangan euforia, jangan pergi sering-sering,” pesannya. 

    Untuk yang belum, lakukan vaksinasi sebagai pelindung diri meskipun sepenuhnya setidaknya dapat melindungi diri dari kematian, begitu pesannya dalam video yang bertajuk “Varian Mu Varian Mu, Sumber Masalah Baru?”

    TATA FERLIANA

    Baca juga: 5 Jurus Menghadapi Covid-19 Varian Mu


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.