Penyebab Vertigo dan Cara Mencegahnya

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ilustrasi pusing. dailymail.co.uk

    ilustrasi pusing. dailymail.co.uk

    TEMPO.CO, Jakarta - Ada orang mungkin pernah merasa pusing saat berbaring dan kemudian berdiri secara tiba-tiba, lalu hilang keseimbangan. Ahli saraf di Hiranandani Hospital, India, Dr. Pawan Ojha, mengatakan ini bisa jadi tanda vertigo.

    "Pusing mungkin menyiratkan vertigo, keseimbangan tubuh yang buruk, atau pingsan. Vertigo adalah jenis pusing yang membuat terasa seperti berputar, dapat berlangsung beberapa detik hingga berhari-hari dan sering memburuk dengan gerakan," katanya, seperti dikutip dari Indian Express.

    Vertigo umumnya disebabkan masalah pada saraf vestibular atau bagian otak yang berhubungan dengan keseimbangan tubuh.

    Penyebab lain bisa jadi neuritis vestibular, yang terjadi karena infeksi virus atau penyakit autoimun pada saraf vestibular, menyebabkan penderita mual atau muntah, dapat berlangsung hingga beberapa hari.

    "Stroke adalah kondisi penting dan serius yang menyebabkan pusing. Selain itu, infeksi otak, multiple sclerosis, hipotiroidisme, dan gangguan lain dapat menyebabkan vertigo, bahkan tanpa demam," kata Ojha.

    Ada sejumlah tanda yang bisa menjadi rujukan penyebab vertigo serius, antara lain sakit kepala parah, muntah, terjadi ketidakseimbangan terus-menerus, penglihatan ganda, masalah penglihatan, kehilangan pendengaran mendadak. Tanda lain bisa jadi gejala awal stroke, seperti melemahnya atau mati rasa di lengan atau kaki, wajah terkulai ke satu sisi, dan kesulitan berbicara atau menelan. Orang berusia di atas 60 tahun dengan diabetes, hipertensi, merokok, dan riwayat penyakit jantung atau stroke harus ekstrahati-hati.

    "Batasi asupan natrium, hindari kafein, cokelat, alkohol, dan merokok. Jika didiagnosis tepat waktu, stroke dapat diobati secara efisien dengan penghilang gumpalan darah dan/atau pengobatan intervensi," kata Ojha. "Jika vertigo disebabkan oleh masalah serius lain, seperti tumor otak atau cedera pada otak atau leher, perawatan bedah mungkin diperlukan."

    Baca juga: Pusing Vs Sakit Kepala, Tahukah Bedanya?


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Negara-negera yang Sudah Melakukan Vaksinasi Anak di Bawah 12 Tahun

    Di Indonesia, vaksin Covid-19 baru diberikan ke anak usia 12 tahun ke atas. Namun beberapa negara mulai melakukan vaksinasi anak di bawah 12 tahun.