Jangan Dibuang, Kulit Kentang Banyak Manfaat buat Kesehatan

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi kentang. TheGardenofEaden.com

    Ilustrasi kentang. TheGardenofEaden.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Tak hanya bisa dimakan umbinya, kentang memiliki banyak manfaat kesehatan dari ujung rambut hingga kaki. Yang belum banyak disadari kulitnya juga mempunyai beragam khasiat.

    Kentang terdiri dari protein, serat, kalsium, zat besi, magnesium, fosfor, potasium, sodium, seng, tembaga, mangan, selenium, vitamin C dan B, serta folat. Akan tetapi, para ahli mengatakan untuk tidak memakan kulit kentang yang terlihat hijau karena kentang tumbuh di bawah tanah.

    Ketika terkena cahaya atau dingin lebih lama, kentang mulai memproduksi klorofil sebagai proses alami. Hal ini mengarah pada pembentukan solanin alkaloid yang memberikan rasa pahit pada kentang dan bila dikonsumsi dalam jumlah yang lebih banyak dapat menjadi racun dan menyebabkan banyak masalah pencernaan.

    Kentang juga mengandung sejumlah besar solanin yang tidak dapat dihancurkan dengan merebus tetapi bisa hilang dengan menggorengnya. Berikut beberapa manfaat kesehatan kulit kentang, dilansir dari Boldsky.

    Kesehatan jantung
    Menurut sebuah penelitian, kulit kentang memiliki aktivitas penangkal radikal atau antioksidan yang kuat karena adanya dua senyawa fenolat dominan, asam klorogenat dan asam galat. Senyawa ini dapat membantu menjaga kesehatan jantung dengan mengurangi kerusakan jantung akibat radikal bebas. Kulit kentang juga mengandung sejumlah besar potasium, yang merupakan elemen yang baik dalam mengatur tekanan darah dalam tubuh.

    Antibakteri dan antijamur
    Kulit kentang memiliki senyawa antimikroba yang kuat terhadap berbagai infeksi bakteri dan jamur. Hal ini disebabkan adanya senyawa organik terpen dan flavonoid pada kulit. Setelah dikonsumsi, kulit dapat membantu mencegah infeksi dan menjaga kesehatan. Selain itu, sifat bakteriostatik kulit kentang dianggap aman untuk digunakan dalam industri pengolahan makanan karena secara alami membantu melindungi terhadap patogen bawaan makanan dan membantu dalam pengawetan makanan.

    Menyembuhkan luka
    Studi mengatakan bahwa kulit kentang bertindak sebagai penyembuh luka alami dan dapat membantu menyembuhkan luka dan mencegah pertumbuhan bakteri yang berlebihan di area kulit yang terkena. Kulit kentang memiliki kemampuan untuk menginduksi penyembuhan kulit dengan mendorong pertumbuhan sel dan memberikan kekuatan tarik pada kulit yang terluka. Kulit kentang mudah didapat, tidak terlalu terasa sakit jika diaplikasikan dan lebih baik dari kain kasa.

    Sifat antivirus
    Kulit kentang tidak hanya memiliki sifat antibakteri dan antijamur tetapi juga antivirus terhadap virus enterik, virus manusia yang terutama ditularkan melalui rute fekal-oral, muntah, kontak langsung orang ke orang, atau melalui konsumsi makanan atau air yang terkontaminasi. Asam klorogenat dan kafeat dalam kulitnya adalah senyawa fenolat utama yang bertanggung jawab atas aktivitas antivirus.

    Mencegah anemia
    Menurut sebuah penelitian, kentang panggang (1,08 mg) dan kentang yang dimasak dengan microwave (1,24 mg) beserta kulitnya memberikan jumlah zat besi maksimum bagi tubuh. Penelitian lain menyebutkan kulit kentang mengandung 55 persen zat besi dari total kandungan zat besi umbi. Seperti kita ketahui, zat besi merupakan komponen penting dalam menjaga produksi dan pasokan sel darah merah dalam tubuh. Konsumsi kulit kentang dapat membantu mencegah atau mengurangi risiko penyakit terkait seperti anemia.

    Membantu menurunkan berat badan
    Kulit kentang adalah makanan pokok yang rendah lemak, tinggi energi, dan banyak nutrisi seperti vitamin B, vitamin C, kalium, dan serat makanan. Mengonsumsi kulit kentang membantu tetap berenergi dan kenyang lebih lama, juga menjaga kalori tetap terkendali

    Mengandung antosianin
    Antosianin adalah flavonoid yang memberi warna alami pada buah atau sayuran. Umbi-umbian seperti kentang, terutama merah, kuning, dan ungu memiliki banyak flavonoid penting yang terkait dengan beberapa manfaat kesehatan. Kulit kentang memiliki kandungan antosianin yang lebih banyak daripada dagingnya dan dari pencegahan penyakit radang hingga penyakit kronis, memiliki berbagai peran dalam tubuh orang-orang dari semua kelompok umur.

    Mengurangi kadar glukosa
    Sebuah penelitian berbicara tentang efek antidiabetes dan antihiperglikemik dari kulit kentang. Serat makanan dan polifenol dalam bubuk kulit kentang dapat membantu mengurangi kadar glukosa ketika ditambahkan ke dalam makanan selama empat minggu. Selain itu, kulit kentang juga membantu mengurangi kerusakan hati dan ginjal akibat radikal bebas serta meningkatkan fungsinya pada penderita diabetes. Kulit kentang juga membantu mencegah kerusakan saraf mata akibat glukosa yang tinggi.

    Sifat kemopreventif atau melawan kanker
    Kentang secara alami mengandung glikoalkaloid untuk melindungi dari serangga dan herbivora. Saat terkena cahaya, konsentrasi bahan kimia ini meningkat dan dapat berbahaya bagi tubuh jika dikonsumsi dalam jumlah berlebihan. Namun, dalam jumlah yang sedikit dapat memberikan banyak manfaat positif. Sebuah penelitian telah menunjukkan glikoalkaloid murni terisolasi memiliki sifat antikarsinogenik yang dapat membantu mencegah berbagai jenis kanker, seperti serviks, hati, perut, dan limfoma.

    Membantu pengelolaan necrotising fasciitis
    Necrotising fasciitis (NF) adalah bentuk kondisi kulit yang langka, fatal, dan agresif. Kulit kentang bekerja sangat baik untuk kulit yang terluka, juga bisa efektif untuk banyak luka kulit kronis yang menyebar dengan cepat dan polimikroba seperti NF. Sebuah penelitian telah menunjukkan ketika diterapkan pada luka berbasis nekrosis, kulit kentang dapat membantu mengobatinya dengan berbagai modalitas, terutama karena kandungan glikoalkaloid dalam kentang seperti alfa sakonin dan alfa solanin yang bertindak sebagai senyawa toksik bagi mikroorganisme.

    Baca juga: Berbagai Penyebab Kulit Sensitif dan Cara Mengobatinya


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rachel Vennya Diduga Tak Menyelesaikan Masa Karantina Usai Pulang dari AS

    Rachel Vennya diduga tak menyelesaikan masa karantina yang semestinya ia lalui sepulang dari Amerika Serikat. Dugaan datang dari unggahan Instagram.