Bukan Cuma karena Lapar, Ini Aneka Penyebab Perut Berbunyi

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ilustrasi sakit perut (pixabay.com)

    ilustrasi sakit perut (pixabay.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Perut tiba-tiba mengeluarkan suara gemuruh di tengah rapat atau kencan. Mungkin memalukan, namun tubuh sering kali tidak bisa menahannya.

    Mendengar suara gemericik, geraman, dan gemuruh yang berasal dari perut dan sistem gastrointestinal (GI) sangat normal. Dalam istilah medis, ini disebut borborigmus. Perut mengeluarkan suara gemuruh dapat dikaitkan dengan makanan tertentu, kebiasaan makan, dan terkadang kondisi GI yang mendasari, juga ada hubungannya dengan anatomi alami tubuh.

    “Bagian dalam perut bukan tempat yang tetap,” kata Joseph Fiorito, ketua gastroenterologi di Rumah Sakit Danbury di Connecticut, Amerika Serikat. “Bagian itu bergerak, jadi ketika makan sesuatu, perut berkontraksi, mempengaruhi motilitas dan pergerakan makanan dan minuman.”

    Ini bisa berarti Anda mendengar sesuatu seperti cairan yang tumpah di perut. Anda mungkin juga mendengar gemericik ketika udara melewati sistem GI setelah makan makanan padat. Tetapi, ada saat-saat ketika belum makan apa pun Anda masih mendengar geraman. Apakah perut benar-benar memberi tahu ini adalah waktu makan?

    “Jika perut berbunyi saat tidak makan, itu karena apa yang disebut kontraksi gerakan massa yang terjadi dari perut ke bawah melalui usus besar,” jelas Fiorito. “Ini dirancang untuk membersihkan usus dari udara di antara waktu makan.”

    Dia menambahkan ada penyebab potensial lain untuk sistem GI yang bising, terutama kondisi medis yang mendasari, yang sering disertai dengan kelebihan gas. Beberapa dapat dengan mudah diatasi dengan kebiasaan sederhana, sementara yang lain memerlukan kunjungan ke dokter. Melansir Live Strong, penyebab tersebut antara lain:

    -Intoleransi laktosa
    -Pertumbuhan bakteri usus kecil
    -Penyerapan gula yang buruk, termasuk laktosa, fruktosa dan sukrosa
    -Makan pengganti gula, seperti aspartam, stevia, atau sakarin
    -Penyakit celiac, gangguan autoimun yang dipicu oleh konsumsi gluten, protein yang ditemukan dalam gandum, barley dan rye
    -Menelan terlalu banyak udara, sesuatu yang dapat terjadi karena makan atau minum dengan cepat, melalui sedotan, berbicara terlalu cepat, atau mengunyah permen karet

    Jika khawatir dengan suara yang keluar dari perut, Fiorito merekomendasikan untuk memperhatikan pola makan terlebih dulu dan menghilangkan hal-hal yang dapat menyebabkan lebih banyak gas dan kembung, seperti pengganti gula. Membuat catatan harian makanan mungkin dapat membantu dalam kasus ini.

    Anda juga dapat mempertimbangkan diet FODMAP, diet yang digunakan untuk mengelola gejala pada sindrom iritasi usus besar (IBS) dan didokumentasikan dengan baik dalam studi Februari 2017 di Journal of Gastroenterology and Hepatology. Diet ini membatasi gula yang difermentasi dalam usus dan yang dapat menghasilkan gejala seperti gas. Dia juga menyarankan beberapa pasiennya untuk meminum suplemen probiotik untuk melihat apakah itu membantu.

    “Memperlambat laju makan dan mengunyah makanan sepenuhnya sebelum menelan juga dapat membantu,” katanya.

    Apabila langkah-langkah tersebut tidak berhasil, obat dengan simetikon dapat meredakan gas. Tentu saja jika suara-suara tersebut terus berlanjut atau khawatir karena alasan apapun, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter.

    Baca juga: Anda Sembelit? Begini Pertolongan Pertama yang Bisa Dilakukan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rachel Vennya Diduga Tak Menyelesaikan Masa Karantina Usai Pulang dari AS

    Rachel Vennya diduga tak menyelesaikan masa karantina yang semestinya ia lalui sepulang dari Amerika Serikat. Dugaan datang dari unggahan Instagram.