Si Dia Ghosting, Hadapi dengan Cara Berikut

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ada Apa Dengan Ghosting

    Ada Apa Dengan Ghosting

    TEMPO.CO, Jakarta - Perasaan tidak nyaman jika ada orang yang ghosting. Anda akan meragukan diri sendiri, emosi, dan bingung dengan perasaan. Anda bisa saja berpikir ia istimewa namun sering tidak mendengar kabar darinya.

    Sebagian orang mungkin dapat mengabaikan dan terus melanjutkan hidup. Namun ketika Anda tidak mengharapkannya, pasangan datang kembali. Untuk mengatasi hal tersebut, berikut beberapa tanggapan yang dapat diterapkan, dilansir dari Bolde.

    Berikan respons terang-terangan
    Jika masih merasakan adanya hubungan dengannya dan tertarik untuk memberikan kesempatan, Anda dapat memberikan respons terang-terangan namun tetap dengan baik. Cobalah untuk tidak terdengar terlalu bersemangat atau berharap. Ia mungkin hanya bosan, mencari kesenangan sementara, atau ingin menguji perasaan Anda. Dengan memberikan respons tersebut, maka suasana akan tetap sejuk dan menyenangkan sehingga dapat melanjutkan hal yang tertinggal bagi Anda berdua. Namun, jika ia masih terus menghilang, Anda perlu mempertimbangkan hal tersebut.

    Jangan manjakan dia
    Jika ghosting dilakukan berulang-ulang, Anda mungkin lebih baik tidak memanjakan dia. Beritahu dia Anda tidak tahan dengan kelakuannya.

    Berikan respons menyenangkan jika tidak ingin putus
    Jika merasa masih kesal dengan kepergiannya yang tiba-tiba namun masih ingin menghidupkan kembali hubungan, Anda dapat memberikan respons yang menyenangkan sehingga mencapai keseimbangan. Dia mungkin akan memberi penjelasan untuk pergi dan Anda dapat memutuskan apakah ia layak untuk dipilih kembali.

    Minta penjelasan
    Jika dia mulai mengontak kembali setelah melakukan ghosting, Anda dapat menanyakan alasannya. Buatlah ia mengakui tindakannya sangat tidak baik, kasar, dan buat ia meminta maaf. Jika mendapatkan jawabannya, tentu hal terebut adalah hal yang baik. Namun jika tidak, Anda dapat meninggalkannya.

    Tanyakan mengapa dia mengontak kembali
    Dia mungkin hanya menjangkau Anda karena manipulatif dan mengetahui Anda dapat menerimanya kembali. Anda dapat menanggapi dengan cara santai dan memaksanya untuk menyatakan niatnya.

    Beritahu tindakannya menyakiti
    Terkadang, cara terbaik untuk merespons adalah dengan memberi tahu bagaimana tindakannya membuat Anda tersakiti. Anda tidak harus terus berbicara setelah melakukan hal tersebut. Jika ingin mengundangnya kembali, tetapkan hal apa yang baik bagi masa depan.

    Berikan respons dengan satu kata
    Jika cukup yakin dia tidak memiliki alasan yang bagus, Anda dapat memberikan respons dengan satu kata. Ini mengomunikasikan Anda tidak senang dia kembali dan benar-benar tidak punya apa-apa untuk dikatakan kepadanya

    Tolak mengobrol dengannya
    Ketika tidak ada penjelasan atau permintaan maaf yang cukup, Anda dapat memberikan respons langsung tanpa basa-basi tidak ingin mengobrol atau mengontaknya. Dengan respons tersebut, Anda menunjukan telah kehilangan minat dan bukan orang yang dapat ia tinggalkan dan kembali lagi kapan pun ia mau. Ia mungkin juga akan berpikir dua kali untuk melakukan hal tersebut kepada orang lain.

    Baca juga: Kerap Lakukan Ghosting Dalam Hubungan, Ini Saran Psikolog


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rachel Vennya Diduga Tak Menyelesaikan Masa Karantina Usai Pulang dari AS

    Rachel Vennya diduga tak menyelesaikan masa karantina yang semestinya ia lalui sepulang dari Amerika Serikat. Dugaan datang dari unggahan Instagram.